Loading ...

5,1 Juta Orang Gunakan Kereta Api Saat Nataru, KAI Siagakan Layanan

kereta

Direktur SDM dan Umum KAI, Suparno saat menyapa pengguna KA di Stasiun tawang. Foto: siti

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Diprediksi sebanyak 5,1 juta orang di Indonesia akan menggunakan moda transportasi kereta api untuk perjalanan di saat masa Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Angka ini naik 127 persen dari tahun 2021. Dari 5,1 juta tersebut, diprediksi ada sedikitnya 300.000 orang lebih yang menggunakan kereta api dan melintas di  lingkup Daop 4 Semarang.

”Puncak arus perjalanan Nataru adalah tanggal 23 dan 24 Desember, sedangkan arus pulangnya sekitar tanggal 1, 2, 3 Januari 2023 nanti,” jelas Direktur SDM dan Umum KAI, Suparno, dalam rangkaian Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023 di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (22/12/2022) pagi.

Suparno mengatakan, sedangkan aktivitas naik turun penumpang kereta api  di Daop 4 yang banyak adalah di Stasiun Tawang dan Poncol Kota Semarang dan di Stasiun Tegal. Untuk perjalanan Nataru kali ini, Daop 4 menyediakan sebanyak 81 kereta api.

Apel Gelar Pasukan ini menandai hari pertama dilaksanakannya masa posko Angkutan Natal dan Tahun Baru oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam rangka melayani masyarakat yang menggunakan moda angkutan kereta api.

Pada masa Angkutan Nataru ini, KAI menetapkan masa Angkutan Nataru selama 18 hari dari 22 Desember 2022 sampai dengan 8 Januari 2023.

“Seluruh jajaran KAI mulai dari staf hingga top management akan melakukan posko Angkutan Nataru guna memastikan operasional kereta, pelayanan, dan penerapan protokol kesehatan di stasiun dan selama dalam perjalanan berjalan baik,” kata Suparno.

Dengan dimulainya Angkutan Nataru, KAI telah menyiapkan segala sumber daya untuk melayani pelanggan secara maksimal.

Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan secara keseluruhan.

Untuk aspek SDM, seluruh petugas operasional seperti masinis dan asisten masinis siap mematuhi SOP.

Para petugas frontliner seperti kondektur, prama/prami, dan customer service dipastikan melayani pelanggan dengan sepenuh hati.

KAI konsisten memberikan perhatian terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terutama di peak season seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru.

Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di masa Angkutan Natal dan Tahun Baru. ini, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan 5 petugas pemeriksa jalur ekstra, 18 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 33 petugas daerah rawan.

“Total 341 petugas disiagakan di seluruh lintas Daop 4 Semarang sepanjang 667 km untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang bisa menghambat perjalanan KA,” kata Suparno menjelaskan.

Adapun sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jasa kereta api, KAI Daop 4 Semarang juga telah menyiapkan total 280 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan.

Adapun rinciannya adalah 122 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 133 personel Security, dan 25 personel tambahan dari TNI/Polri.

Selain itu, pengamanan di stasiun juga akan diperkuat dengan adanya K9 atau anjing pelacak yang akan beroperasi di Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol.

Ratusan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan.

“Para petugas pengamanan juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan. KAI berkomitmen memastikan perjalanan menggunakan kereta api berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” kata Suparno.

Suparno menegaskan, bahwa keselamatan dan keamanan kereta api menjadi prioritas utama. KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik rawan bencana, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya.

Pihaknya juga memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan di perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif serta mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar. she