By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Anak Muda Harus Jadi Subyek Perubahan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Anak Muda Harus Jadi Subyek Perubahan

Last updated: 26 Mei 2022 15:34 15:34
Jatengdaily.com
Published: 26 Mei 2022 15:34
Share
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menyatakan anak muda harus memiliki daya tahan yang kuat dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi era disrupsi. Dengan menguasai tiga kemampuan penting tersebut nantinya untuk bisa menjadi karakter seorang pembelajar.

“Anak-anak muda harus kita didik untuk memiliki kemampuan adaptasi sehingga mereka dapat bertahan. Kita siapkan mereka menjadi pembelajar, dengan demikian mereka dapat mengikuti perkembangan dan menjadi inovator,” kata Lestari Moerdijat di Semarang, Rabu (25/5/2022).

Sebagai orangtua harus mendidik anak untuk tetap mengajarkan kearifan lokal. Menurutnya, Indonesia harus mampu mempersiapkan generasi muda yang mampu mengikuti setiap perubahan. Jangan sampai, anak-anak muda Indonesia menjadi objek perubahan zaman.

“Itu perlu ditanamkan ke anak-anak. Tapi, di atas itu semua anak-anak tetap harus memiliki kearifan lokal, jangan sampai menjadi generasi yang tercabut dari akar budaya, apalagi dunia sudah tidak ada sekat-sekat. Sehingga mereka sanggup menerima tongkat estafet yang kita berikan, melanjutkan perjuangan dan membawa Indonesia ke arah yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

Di era disrupsi, teknologi sempat nyaris merusak bangsa Indonesia menjadi tercerai-berai. Kemajuan teknologi informasi hampir membuat lupa generasi muda terhadap jati diri bangsanya.

“Kita harus melatih mereka menjadi cerdas, beda pilihan politik wajar, negara tanpa oposisi juga salah, karena tanpa oposisi di sistem kenegaraan tugasnya mengontrol kebijakan agar mendapatkan mandat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya juga menyiapkan generasi muda untuk bisa mengikuti perubahan yang sangat cepat. Anak muda harus mampu memilah, mencermati, dan mengedukasi publik mencerna dan menyaring informasi dengan baik.

“Yang lebih penting generasi muda harus mampu menempatkan dirinya bukan sebagai objek dari perubahan itu tapi harus mampu menjadi subjek perubahan. Sehingga bisa meneruskan dengan baik, dan yang tidak perlu diteruskan tidak usah diteruskan,” ungkap dia. adri-she

You Might Also Like

Divonis 8 Tahun Penjara, Tamzil Banding
Acha Septriasa Tertantang Jadi Host Infotainment
Ini Aturan Baru Prokes Perjalanan Dalam Negeri
Sangiran Diusulkan Ditata Ala Kampung Flinstone & Jurassic Park
Bazar Kuliner Milenial 2019 Masyarakatkan Menu Kekinian
TAGGED:Lestari MoerdijatWakil Ketua MPR
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?