By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem dengan Galang Kolaborasi dan Semangat Gotong Royong
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem dengan Galang Kolaborasi dan Semangat Gotong Royong

Last updated: 11 September 2022 15:05 15:05
Jatengdaily.com
Published: 11 September 2022 15:05
Share
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat . Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menghadapi potensi ancaman bencana akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepekan ke depan di Indonesia. Galang semangat gotong-royong dan persatuan masyarakat untuk menekan potensi kerugian.

“Upaya antisipasi harus menjadi langkah yang dikedepankan dalam setiap menghadapi potensi bencana alam untuk menekan jumlah korban dan kerugian yang terjadi,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/9).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), Jumat (9/9) menyampaikan peringatan mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan. Masyarakat diimbau mewaspadai peningkatan curah hujan pada 10-16 September 2022.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 2.230 bencana alam telah melanda Indonesia sejak 1 Januari-14 Agustus 2022.

Berdasarkan jenisnya, banjir menjadi bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dengan jumlah 873 kejadian. Jumlah itu setara 39% dari total kejadian bencana hingga pertengahan Agustus tahun ini.

Peringatan terjadinya cuaca ekstrem tersebut, ujar Lestari, harus menjadi perhatian setiap pemangku kepentingan dan masyarakat dalam upaya menekan dampak potensi bencana yang ditimbulkan.

Setiap pemangku kebijakan di daerah, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, harus memiliki mekanisme penanggulangan bencana dan peta kawasan yang rawan bencana dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Rerie sangat berharap masyarakat dan pemerintah daerah mampu menghidupkan semangat gotong-royong dan persatuan dalam menghadapi ancaman bencana tersebut.

Apalagi, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, saat ini masyarakat sedang berupaya bangkit dari dampak pandemi dan hantaman dampak krisis ekonomi.

Jangan sampai, ujar Rerie, masyarakat dan pemerintah daerah abai terhadap ancaman bencana alam yang dipicu perubahan cuaca yang ekstrem.

Kepedulian semua pihak dalam mengantisipasi bencana, menurut Rerie, sangat diperlukan agar masyarakat dapat terlindungi dari berbagai hantaman di berbagai sisi.st

You Might Also Like

Meski Belum Ditemukan Kasus Superflu di Jateng, Warga Diminta Jaga Imunitas 
New Normal Bukan Bebaskan Aktivitas Tanpa Protokol Kesehatan
Bawaslu Target Nol Persen Pelanggaran dalam Pemilu 2024
Ramadan, Waktu Operasional Tempat Hiburan di Wonogiri Dibatasi
Tidak Patuhi Aturan Penyaluran BBM Bersubsidi, Pertamina Beri Sanksi 160 SPBU di Jateng dan DIY
TAGGED:Antisipasi Dampak Cuaca EkstremGalang Kolaborasi dan Semangat Gotong RoyongMenurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)sebanyak 2.230 bencana alam telah melanda Indonesia sejak 1 Januari-14 Agustus 2022.
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?