DEMAK (Jatengdaily.com) – Gizi buruk dan stunting mempunyai dimensi yang sangat luas, baik akibat maupun penyebabnya. Selain menurunkan tingkat kecerdasan anak, gizi buruk dan stunting secara langsung maupun tidak juga akan menghambat tumbuh kembang, di samping menurunkan produktivitas anak.
Pada kegiatan Rumah Gizi, Kepala Puskesmas Karanganyar I dr Siti Anisah diwakili dr Alifia Khusnihita menyampaikan, gizi buruk dan stunting secara langsung disebabkan oleh kurangnya asupan gizi serta penyakit infeksi. “Lebih dari itu, stunting atau gangguan tumbuh kembang anak itu dapat juga disebabkan oleh kurangnya ketersediaan pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pola asuh, pendidikan dan pengetahuan,” ujarnya, Senin (23/5).
Melalui kegiatan “Rumah Gizi” diharapkan dapat menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Demak umumnya, dan Kecamatan Karanganyar khususnya. Sebagaimana disampaikan Programer Gizi Puskesmas Karanganyar I Tosim SST, di Kecamatan Karanganyar khususnya sembilan desa wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I terdapat kasus gizi buruk (BB/U) 0.24%. Sementara kasus stunting (TB/U) 2.59%.
“Melalui “Rumah Gizi” diharapkan dapat menurunkan permasalahan gizi sekaligus diketahui akar penyebabnya. Sehingga intervensi yang diberikan sesuai dengan yang semestinya,” imbuh dr Alifia Khusnihita.
Sebagai contoh, mengenai kekurangan gizi dapat diatasu dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan atau bubur tim. Dengan begitu terpenuhi gizi anak tersebut.
Namun begitu, menurut dr Alifia Khusnihita, dibutuhkan keterlibatan atau peran serta lintas program yaitu Kesling, Bidan Desa, KIA, Gizi dan Promkes. Sebab adanya sinergitas tersebut, diyakini mampu menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Demak kususnya wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I. rie-st
0



