SEMARANG (Jatengdaily.com)- Direktur Pusat Kajian Ekonomi Islam Shaleh Kamil Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Prof Dr Mustofa Dasuki Kasbah mengatakan, jika wakaf berpotensi menjadi solusi dalam mengatasi resesi ekonomi. Pasalnya, wakaf dari pandangan Islam memiliki manfaat besar untuk kemaslahatan sesama umat.
”Wakaf tersebut khususnya yang untuk masyarakat. Wakaf bisa diberikan ke umum tidak hanya untuk keluarga. Wakaf untuk publik misal untuk masjid, jalan, pendidikan, sektor ekonomi, dan masih banyak lagi. Penerapan wakaf di Mesir misalnya, keberadaan kampus Al Azhar yang sudah berusia 1.010 tahun, banyak membantu puluhan ribu mahasiswa tak mampu dari semua penjuru dunia untuk kuliah gratis. Dari Indonesia saja, misalnya ada 160 untuk setiap tahun yang mendapatkan beasiswa itu,” jelasnya, Selasa (15/11/2022) di Kampus Unissula, Jalan Kaligawe Semarang.
Dia mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam kajian ekonomi Islam bertajuk Ekonomi Islam sebagai solusi dalam menghadapi resesi ekonomi 2023.
Lebih lanjut menurutnya, persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini, solusinya adalah mengedepankan yang dimiliki oleh umat Muslim. Dimana wakaf sendiri merupakan bentuk kemuliaan yang sempurna, dengan mendermakan sebagian harta yang disukai. ”Sedekah jariah di sini adalah wakaf,” jelasnya.
Pemberian wakaf dari yang mampu menurutnya, merupakan bentuk persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Dimana orang yang menerima juga memiliki hak untuk menerima dari orang yang mampu dengan memberikan sebagian dari hartanya. ”Bukankan sebagian harta kita, bukan milik kita dan harus diberikan bagi yang membutuhkan, dan sedekah bisa dalam bentuk apapun, untuk membantu perekonomian dan kemaslahatan bersama,” jelasnya.
Selain itu, ada juga yang sifatnya wajib, yakni zakat. Jika zakat lebih ke persaudaraan karena sesama Muslim. Dalam hal ini, negara bisa berkolaborasi dengan unsur-unsur lain untuk mengumpulkan zakat dan memberikan kepada yang berhak.
”Zakat adalah hak Muslim atas Muslim yang lain, jika wakaf lebih ke umum, siapa saja bisa memanfaatkannya,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan, Unissula sebagai lembaga pendidikan tinggi mempunyai peran dalam mengatasi resesi ekonomi.
”Kami hadir dalam mengimplementasikan ekonomi Islam, termasuk diantaranya belajar dari para pakar yang memiliki kemampuan mumpuni. Kehadiran Prof Dr Mustofa Dasuki Kasbah akan memberi masukan pada kami bagaimana mengembangkan ekonomi Islam yang baik dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” paparnya.
Apalagi dengan adanya resesi global yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023, menurut rektor sedikit banyak akan berimbas pada negara Indonesia. Maka, dibutuhkan solusi untuk membangkitkan perekonomian dari sekarang.
Hadir juga dalam kesempatan ini, Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Tjuk Subhan Sulchan, para wakil rektor, dekan, wakil dekan, kaprodi dan para dosen di lingkungan Unissula. she


