in

BNNP Jateng Ungkap TPPU Hasil Bisnis Narkoba Senilai Rp 800 Juta

BNNP Jateng mengungkap dugaan TPPU hasil bisnis narkoba di Semarang. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng membongkar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dari hasil bisnis narkoba. Aset senilai Rp 800 juta disita termasuk sebuah rumah di Green Wood Semarang.

BNNP Jateng dalam pengungkapan kasus ini menjerat seorang ibu rumah tangga AW di Semarang atas dugaan TPPU. Ini lantaran hasil bisnis narkoba milik suaminya STW yang mendekam di Lapas Nusakambangan digunakan untuk beli aset rumah.

“Peran AW ini menyimpan, mengoperasionalkan, menggunakan, dan membelanjakan transaksi uang hasil kejahatan narkotika menjadi aset rumah, motor, emas dan keperluan sehari-hari total senilai Rp800 juta,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, Kombes Arief Dimyati, Kamis (6/10/2022).

Kasus itu terungkap ketika petugas menangani kasus TPPU narkotika dengan tersangka Yogga Prastyo, Roy Irvan Noviantoz dan Ari Nugroho. Ketiga tersangka sudah divonis PN Sukoharjo dan berkekuatan hukum tetap.

Hasil analisis ditemukan aliran dana dari rekening milik Yogga Prastyo kepada Tatang Sutanto yang ternyata digunakan oleh Andi Widarti atas perintah suaminya, yakni Slamet Teguh Wahyudi.

“Kemudian tim BNNP Jateng dibantu BNNK Cilacap melakukan pemeriksaan terhadap Tatang Sutanto dan Slamet Teguh Wahyudi serta menangkap AW di Semarang. Termasuk menyita aset senilai Rp 800 juta,” ujarnya.

Adapun barang bukti aset berupa rumah di Perumahan Green Wood Semarang, sertifikat tanah seluas 122 meter persegi, satu sepeda motor, empat logam mulia seberat 0.025 gram, dan satu logam mulia seberat 0,05 gram.

BNNP Jateng juga mengamankan uang tunai dari dalam rekening sebesar Rp 2,5 juta, rekening koran atas nama Tatang Sutanto, Andi Widarti, dan Slamet Teguh Wahyudi. Kemudian dua buah handphone dan satu laptop.

“Para tersangka terjerat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dan atau pasal 137 Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” pungkasnya. adri-yds

Written by Jatengdaily.com

Banjir Jakarta: Tiga Siswa MTsN 19 Pondok Labu Meninggal

Regulasi Pilkada di Masa Pandemi Covid 19 Belum Efektif