By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Boyolali Antisipasi PMK pada Hewan Ternak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Boyolali Antisipasi PMK pada Hewan Ternak

Last updated: 12 Mei 2022 19:35 19:35
Jatengdaily.com
Published: 12 Mei 2022 19:35
Share
Ilustrasi.. Foto: bnpb
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Pemkab Boyolali mengantisipasi penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi. Antisipasi tersebut di antaranya dengan penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan tersebut dilakukan di Pasar Hewan Boyolali di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo pada Rabu (11/5/2022)., oleh pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali.

“Dalam rangka kita untuk mencegah merebaknya penyakit kuku dan mulut yang sementara ini di Boyolali sudah terindikasi ada di Desa Singosari, ini ada beberapa ekor sapi yang telah terkena penyakit kuku dan mulut,” jelas Pengurus Bidang Kebencanaan dan Relawan PMI Kabupaten Boyolali, Dahat Wilarso di sela kegiatan penyemprotan dilansir laman pemkab boyolali.

Dokter hewan Puskeswan Kecamatan Ampel, Suratno mengungkapkan penyemprotan ke pasar hewan yang mampu menampung 1.000 ekor sapi tiap pasaran Pahing ini sebagai upaya penekanan dan pengawasan hewan ternak terhadap ancaman PMK. Pihaknya juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada para pedagang.

“Kami menghimbau pedagang supaya tetap berhati-hati dalam jual beli sapi ini mengingat sapi ini rentan sekali terhadap penyakit mulut dan kuku dan penyebarannya sangat cepat,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Afiany Rifdania menyatakan pihaknya telah meminimalkan penyebaran dan melakukan pengawasan yang sangat ketat di pasar hewan yang ada di Kabupaten Boyolali. Serta melakukan pengobatan yakni dengan pemberian antibiotik, isolasi hewan ternak dan biosecurity.

“Sebelum kami mendapatkan hasil dari laboratorium kami sudah langsung bergerak cepat dalam waktu kurang dari 24 jam kami sudah ke lokasi dan melakukan pengobatan pada tiga hal,” katanya.

Disebutkan olehnya, penyakit tersebut menyebar melalui lendir yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan lainnya dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen. Hewan ternak yang mengidap penyakit PMK memiliki tanda klinis antara lain demam tinggi, keluar lendir berlebihan dari mulut hewan dan berbusa.

Selain itu, pada hewan ternak yang terjangkit penyakit PMK akan memiliki luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, memiliki luka pada kuku sehingga sulit berdiri, gemetar, napas hewan yang cepat serta tubuh hewan yang kurus.

Ditambahkan oleh Kepala Disnakan, Lusia Dyah Suciati bahwa petugas Puskeswan juga sudah mengambil sampel dari beberapa hewan ternak sapi yang disinyalir mengidap PMK untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Teman teman Puskeswan langsung mengambil tindakan menyuntik dengan hasil sharing dengan Jawa Timur. Kita bersama dengan Balai Besar veteriner di Wates dan lab provinsi ke lokasi untuk mengambil sampel sekaligus melanjutkan penanganan menyuntik,” ujarnya. yds

 

You Might Also Like

Ismaya Group Buka Gerai Kitchenette di Semarang, Tawarkan Hidangan ala Western
Bertemu Ahmad Luthfi, Raffi Ahmad Bocorkan Program bagi Anak Muda Jateng
Gerakan Coklit Serentak Lindungi Hak Pemilih
Jokowi Minta Wartawan Patuhi Kode Etik Jurnalistik, PWI Bertekad Mengawal Pemberitaan Berkualitas dan Berimbang
Spesial HUT ke-77 RI, Naik Trans Semarang Cuma Bayar Rp77 Nontunai
TAGGED:hewan ternak boyolalipemkab boyolalipenyakit mulut kukupmk
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?