SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang yang terdiri dari Tim dokter dan Tim medis dari puskesmas kecamatan Ngakiyab menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk di sejumlah area blok hunian.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi blok hunian narapidana, tempat penampungan air seperti bak, ember dan tandon serta saluran air yang memungkinkan ada genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk.
Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji mengatakan bahwa pelaksanaan pemeriksaan jentik nyamuk untuk mencegah adanya penyakit demam berdarah didalam Lapas, juga turut memberikan pembelajaran kepada warga binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Hasil pemeriksaan hunian tidak ada jentik nyamuk. Maka kami minta penghuni lapas jaga kebersihan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, terutama dalam menyimpan air,” kata Tri Saptono.
Dia meminta agar warga binaan dapat turut serta untuk menjadi kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada sesama rekannya betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga mampu menumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga binaan untuk dapat bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar dan menciptakan komunitas yang sehat dan bahagia.
Sementara Tim Medis Puskesmas Ngaliyan, Malika Puspahadi menyampaikan bahwa jentik nyamuk biasanya muncul pada permukaan air untuk bernafas dan itu harus segera dikuras.
“Menghilangkan jentik-jentik nyamuk itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita,” jelas Malika.
Untuk pemberantasan jentik ini kita bisa lakukan berbagai cara, salah satunya adalah menaburkan bubuk abate (abateisasi) dan ingat pesan mama untuk tetap terapkan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. adri-she
0



