By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Denny JA Apresiasi Revitalisasi Alun-Alun Kota Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsSeni Budaya

Denny JA Apresiasi Revitalisasi Alun-Alun Kota Semarang

Last updated: 27 Mei 2022 07:00 07:00
Jatengdaily.com
Published: 27 Mei 2022 07:00
Share
Dialog Kebudayaan tentang Kembalinya Alun-Alun Semarang di Oedetrap, Kota Lama, Semarang, belum lama ini, Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ketua Umum Satupena Pusat Denny JA memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Semarang melakukan revitalisasi alun-alunnya. Alun-alun sebagai ruang publik sangat bermanfaat untuk mempercakapkan budaya dan ilmu, galeri seni, ekspresi politik warga, dan pusat atraksi turisme.

Hal itu dikemukakan Denny JA di depan peserta Dialog Kebudayaan tentang Kembalinya Alun-Alun Semarang di Oedetrap, Kota Lama, Semarang, belum lama ini. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemkot Semarang dengan Satupena Jateng.

Denny yang dalam forum itu hanya dapat hadir secara daring mencontohkan sejumlah referensi sejarah, bagaimana alun-alun pada masa sebelum masehi telah menjadi ruang publik yang sangat bermanfaat.

“Sebut saja misalnya alun-alun Greek Agora di Yunani yang berdiri tahun 600-480 SM. Alun-alun seluas 12 hektar ini menjadi ruang pertemuan dan diskusi paea filsuf, seperti Plato dan Aristoteles”, katanya.

Menurut Denny, perjumpaan di ruang publik memberikan inspirasi, semangat, dan harapan baru. Karena setiap kota harus menyediakan alun-alun sebagai ruang publik bagi warganya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, upaya mengembalikan alun-alun Kota Semarang merupakan pekerjaan rumah paling berat. Dan yang dibutuhkan sangat besar, sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap sampai empat tahun.

“Mengembalikan alun-alun sebagai ikon Semarang yang ada nilai sejarahnya bukan hal mudah,” tandasbya.

Sekretaris Umum Satupena Jateng Mohammad Agung Ridlo menunjukkan bagaimana dulu alun-alun merupakan konsep pemerintah Hindia Belanda sebagai pusat pemerintahan daerah tingkat II. Namun, sejak tahun 1970-an alun-alun Kota Semarang berubah fungsi menjadi area bisnis atau komersial. Bahkan pendopo yang indah itu dibongkar.

“Kalau kini ada upaya revitalisasi alun-alun, Pemkot Semarang harus membikin alun-alun di setiap kecamatan, kelurahan, RW, dan RT. Kita di perkotaan miskin ruang terbuka hijau, sehingga harus diperbanyak alun-alun itu,” ujarnya.

Ketua Umum Satupena Jateng Gunoto Saparie menyatakan terima kasih kepada Pemkot Semarang yang bersedia bekerja sama untuk mengadakan kegiatan ini. Apalagi dalam dialog kebudayaan terjadi komunikasi ide-ide, sehingga dapat tercapai suatu sintesa yang lebih segar. “Semoga hasilnya menjadi masukan yang bermanfaat bagi eksekutif maupun legislatif,” st

You Might Also Like

Ekonomi Kreatif Harus Dikembangkan secara Komprehensif dan Berkelanjutan
Dana Kelolaan Aman, BPJAMSOSTEK: Peserta Tidak Perlu Khawatir
Evaluasi Jalan di Kalijambe Purworejo Dilakukan Pascakecelakaan Maut
LPPM ITB Semarang Mitra UNICEF Penanganan ATS di Brebes
Mobil Layanan Vaksin untuk Percepat Vaksinasi di Solo
TAGGED:Dialog KebudayaanKembalinya Alun-Alun SemarangRevitalisasi Alun-Alun Kota Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?