SEMARANG (Jatengdaily.com)- Polisi tengah memburu pelaku begal dengan pembacokan yang menimpa seorang pelajar di Semarang, bernama Arya Putra Dirgantara (18).
Orang tua Arya melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke polisi. Arya menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Suratmo, Semarang, Minggu (31/7) 03.00 WIB. Pelaku yang diduga berjumlah empat orang mengendarai motor langsung menyabet korban dengan senjata tajam (sajam) hingga korban terkapar.
Akibatnya korban mengalami luka serius di bagian punggung, sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.
“Saya mau laporan polisi, anak saya kena tindak kekerasan bacok oleh orang tak dikenal saat pulang main game online. Lukannya punggung kiri hingga mengenai organ paru-paru,” kata Ibu Korban Retno Chandra Wati saat melayangkan laporan ke Polrestabes Semarang, Senin (1/8).
Kejadian bermula ketika anaknya Arya pamit pergi keluar rumah mengendarai motor untuk main game online pada Sabtu 30 Juli pukul 18.00 WIB. Usai selesai main game online pukul 03.00 dini hari, ia dalam perjalanan pulang posisi membonceng temannya melaju dari arah timur ke barat. Tiba-tiba dari belakang ada dua motor diduga empat orang mengendarai dua motor langsung menyabetkan senjata tajam ke arah anaknya langsung terkapar jatuh.
“Saya dapat kabar dari temannya anak saya kena bacok dan di bawa ke Puskesmas Manyaran. Padahal anak saya cuma nganter pulang pas bonceng paling parah lukanya anak saya. Lainnya tiga orang luka bacokan tidak parah,” ungkapnya.
Mendapat kabar anaknya kena bacokan langsung mendatangi Puskesmas terdekat Manyaran, seketika itu, Retno meminta anaknya untuk dibawa ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan. “Saya minta untuk dibawa ke Kariadi langsung dengan harapan bisa ditangani,” ujarnya.
Saat ini kondisinya anaknya semakin membaik dan telah dirawat kamar inap. Namun dirinya mengalami kesulitan biaya atas kejadian tersebut. Lantaran tidak dicover oleh pihak BPJS.
“Saat ini untuk perawatan anak saya mencapai Rp 9.302.000. Biaya perawatan tidak di cover BPJS Kesehatan karena ini merupakan korban tindak pidana kekerasan. Padahal saya mempunyai BPJS UHC,” jelasnya.
Harapan dengan laporan ini, kepolisian bisa menindak lanjuti kasus anaknya yang menjadi korban pembacokan. Pihaknya tidak ingin tragedi menimpa anaknya terulang kembali. “Karena sudah meresahkan. Kami tidak ingin orang lain merasa resah,” tuturnya.
Di kejadian yang sama seorang taruna tingkat 1 Universitas Maritim Amni Semarang, Yulius Agung (19) juga menjadi korban pembacokan di daerah Kampung Kali jalan Mayjen D.I.Panjaitan, Minggu (31/7/2022) pukul 02.30 WIB. Saat ini korban dirawat di RSUD Wongsonegoro karena luka bacokan di kepala. “Kalau korban masih kritis dan dirawat di RSUD Wongsonegoro dan belum sadar karena luka kepala bagian belakang. Korban telah dioperasi,” tuturnya.
Menurut seorang kerabatnya Ipung Ndaru mengaku kejadian berawal saat dua temannya baru pulang magang dan mampir makan di Jalan Thamrin. Usai makan, kembali melanjutkan perjalanan mengendarai motor melewati jalan DI Panjaitan. Tiba-tiba ada orang tidak dikenal meminta menepi langsung membacok korban yang saat itu posisinya paling belakang. Namun kedua temannya yang membonceng berhasil melarikan diri.
“Yang mengemudikan sepeda motor yakni korban yang terkena bacok. Dua temannya yang membonceng lari hingga masuk ke gorong-gorong. Yang masuk gorong-gorong juga mengalami luka parah karena terjatuh saat masuk gorong-gorong dan dirawat di Rumah sakit Panti Wilasa Citarum,” jelasnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan setiap laporan akan segera ditindaklanjuti dengan penyidik.
“Informasi yang kami terima penganiayaan bukan curas. Sementara ditangani Polsek Semarang Barat. Dan semua laporan masyarakat tentu akan ditindaklanjuti,” pungkas dia. adri-she


