By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ganjar Dorong Kampus Lebih Adaptif
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ganjar Dorong Kampus Lebih Adaptif

Last updated: 1 September 2022 06:03 06:03
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2022 06:03
Share
Ganjar Pranowo di Unika Soegijapranata Semarang. Foto: Humas Prov. Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong kampus, agar lebih adaptif memberikan ruang kreasi kepada mahasiswa. Hal itu untuk memunculkan banyak talenta, baik dalam bidang keilmuan maupun di luar keilmuan, sekaligus mencetak generasi dengan kepemimpinan yang baik.

“Kampus harus lebih adaptif memberikan ruang kepada mahasiswa, sehingga banyak talenta yang muncul. Juga menyiapkan generasi dengan leadership yang bagus, melalui kegiatan atau organisasi di kampus. Jadi mahasiswa bisa belajar mengorganisasikan diri dan kelompoknya, tidak akan mendominasi diri, dan memiliki keahlian,” kata Ganjar saat menjadi pembicara, dalam acara Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru 2022 “Joyfull Learning”, di Lapangan Albertus Kampus Unika Soegijapranata, Rabu (31/8/2022).

Ganjar menjelaskan, aktivitas mahasiswa dalam berorganisasi itu bisa juga dikonversi menjadi nilai akademik. Sebab banyak hal mengenai kepemimpinan dan soft skill tidak didapatkan di ruang kelas, tetapi dari menjadi aktivis atau berorganisasi.

“Menarik ini temanya yang di Unika ini, Joyfull Learning. Jadi bagaimana membikin pembelajaran atau prosesnya itu menyenangkan. Itu menjadi ruang untuk kreativitas mahasiswa,” ujarnya.

Ditambahkan, kemampuan beradaptasi mahasiswa juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia. Terlebih, kondisi dunia saat ini berubah dengan sangat cepat.
“Dunia mulai berubah. Nggak bisa belajar biasa-biasa saja, tetapi harus luar biasa. Itu bisa dibangun kalau mereka membuat satu kelompok, tim diskusi, didampingi bapak/ ibu dosen dan diarahkan pada kondisi-kondisi yang mereka harus adaptif, inovatif, dan kreatif, seperti merdeka belajar,” ungkap gubernur.

Ganjar mengatakan pembelajaran menyenangkan atau joyfull learning, juga dapat diartikan lebih luas oleh mahasiswa. Sebab, kampus menjadi tempat bertemunya beragam etnis, budaya, dan golongan sosial, dari seluruh daerah di Indonesia.

“Saya senang, hampir seluruh Indonesia ada. Maka joyfull learning-nya itu tidak hanya diartikan dalam proses belajarnya, tetapi mereka bisa berteman dengan banyak orang dari banyak tempat, mengerti beda suku, agama, golongan sosial yang ada,” katanya.

Bertemunya beragam etnis, budaya, dan golongan itu, beber Ganjar, menjadi kesempatan untuk belajar mengenai jati diri bangsa. Pertemuan itu bisa menjadi pertukaran pengetahuan mengenai adat dan budaya dari masing-masing daerah.

“Ini menjadi pembelajaran yang lebih lengkap lagi. Bisa saling berbagi pengetahuan budaya, kemudian saling mengerti dan menghormati,” jelas gubernur.

Dalam acara itu, Ganjar juga sempat berdialog dengan sejumlah mahasiswa. Di tengah dialog, ada salah seorang mahasiswa bernama Dafa yang bertanya tentang bagaimana cara menjadi gubernur.

Setelah memberikan jawaban singkat, Ganjar mempersilakan mahasiswa lain yang tahu untuk ikut menjelaskan kepada teman-teman mahasiswanya.
Saat itulah salah seorang mahasiswi bernama Sri Utami mengangkat tangan dan menjelaskan secara detail, mengenai bagaimana cara menjadi gubernur atau kepala daerah, serta menjadi presiden.

“Untuk menjadi gubernur atau kepala daerah harus melalui partai (diusulkan oleh partai) atau maju independen. Tapi berbeda untuk menjadi presiden karena tidak dapat maju sebagai independen tetapi harus diusung oleh partai atau gabungan beberapa partai,” ujar mahasiswi baru Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata itu. she

You Might Also Like

Terminal Baru Purworejo Mulai Dibangun, Lokasinya di Depan Mapolres
Ngumpulke Balung Pisah, Para Profesor Baca Barzanji
Anak Diperkosa Bapak Tiri, Warga Gresik Mengadu ke Ganjar
Polri Buka Hotline Judi Online
Separuh Pemudik Belum Balik ke Jabodetabek
TAGGED:Ganjar Pranowounika soegijapranata
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?