SEMARANG (Jatengdaily.om) – Menjelang akhir Ramadan, Masjid Agung Jawa Tengah menggelar khataman Quran. Acara yang berlangsung usai shalat tarawih tersebut digelar di pelataran MAJT, ditandai dengan tumpengan yang dipimpin langsung Ketua Bidang Ketakmiran MAJT, KH Hadlor Ihsan, Sabtu malam (30/04/2022).
KH Hadlor Ihsan menjelaskan ada tiga mutiara hikmah yang mewarnai acara khataman bacaan Alquran dalam tarawih di Masjid Agung Jawa Tengah. Ketiga mutiara hikmah itu sepertinya sudah menyatu dalam diri pengelola maupun jamaah tarawih karena sudah menjadi kebiasaan yang sudah dijalankan sejak lama.
“Kegiatan ini sebagai kristalisasi dari kebiasaan keseharian selama Ramadan. Dan ini, merupakan tradisi yang perlu dibudayakan masyarakat karena memang imbasnya sangat bagus terhadap pembentukan karakter sosial budaya masyarakat,” kata Kiai Hadlor usai membaca doa dalam khataman yang dipusatkan di bawah payung halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (30/4/2022).
Tiga mutiara hikmah itu, lanjutnya, yang pertama adalah rasa syukur. Saat ini rasa syukur itu diwujudkan dalam bentuk menikmati nasi tumpeng bersama-sama. Begitu nikmatnya usai menjalankan shalat tarawih, dilanjutkan makan nasi tumpeng bersama dengan melingkari puluhan tumpeng yang disediakan panitia.
Mutiara hikmah kedua, yakni kebiasaan bershodaqoh. Bukan hanya makan-makannya saja yang diutamakan, tetapi kebiasaan untuk menjalankan shodaqoh itulah yang sangat diharapkan. Dari jamaah dan untuk jamaah.
“Mutiara hikmah yang ketiga adalah memanjatkan doa memohon ampunan kepada Allah. Sebagai manusia yang lekat dengan salah dan lupa, sudah seharusnya selalu diimbangi dengan meminta ampun kepada Allah. Dan juga selalu memohon pertolongan Allah di setiap langkah kita. Baik ketika kita berkiprah dengan hal-hal yang bersifat keduniawian maupun ketika kita sedang menjalankan ibadah bermunajad,” kata Kiai Hadlor.
Ketua Panitia Kegiatan Ramadan MAJT 1443 Hijriyah KH Eman Sulaiman menjelaskan khataman kali ini adalah khataman Quran yang dibaca selama tarawih. Dalam sekali tarawih, imam membaca 1 juz Alquran. Jadi, selama Ramadan 1443 hijriyah diakumulasi 30 kali tarawih, imam khatam membaca Alquran. “Dan ini khatamannya disyukuri bersama ratusan jamaah yang hadir,” katanya.
Dijelaskan, ada tiga orang yang menjadi imam tarawih di MAJT selama Ramadan tahun ini. Mereka adalah KH Ulil Abshor, KH Achmad Toha dan KH Zaenuri Achmad. st


