SEMARANG (Jatengdaily.com)- Petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang meringkus tiga orang komplotan pelaku kejahatan bermodus gendam. Para pelaku beraksi 12 kali itu biasa mencari korban menipu korbannya sampai Rp 4 juta.
Kapolrestabes Semarang Irwan Anwar menyampaikan tiga tersangka dalam kasus tersebut merupakan sindikat yang telah melakukan aksinya sebanyak 12 kali. Dua diantaranya berasal dari Jawa Timur dan dari Demak.
“Mereka (tersangka) ini sindikat antar provinsi, korban kali ini merupakan seorang perempuan M (55) dari Rembang dan ingin ke Cilacap, ketika dari Rembang dia berhenti di Semarang dan mencari angkutan ke tujuannya, kemudian ketemu dengan tiga orang ini,” kata Irwan Anwar, Senin (26/12/2022).
Irwan menyebut modus yang digunakan para pelaku adalah melakukan bujuk rayu kepada korban agar korban mau menyerahkan uang dan barang miliknya. Tiga tersangka diantaranya merupakan seorang laki-laki yaitu, BIS (26) berperan sebagai penumpang yang berasal dari Malaysia, P (61) sebagai penumpang lainnya, dan MZ (41) sebagai supir.
“Jadi korban ikut para tersangka yang pada saat itu seolah-olah merupakan travel dan tidak saling kenal. Dalam perjalanan para tersangka menjalankan perannya masing-masing, BIS (26) yang dari malaysia ini dengan logat bahasa melayu menawarkan berlian kepada P (61) dan terjadilah komunikasi antara mereka di dalam mobil,” paparnya.
Pada peristiwa tersebut di dapati barang bukti satu butir berlian mainan. Adapun kerugian yang dialami oleh korban berupa perhiasan cincin berat 5 gram, senilai Rp. 2.500.000 dan uang tunai sebesar Rp. 1.500.000. Atas Atas tindakannya, tersangka diancam dengan hukuman 4 Tahun penjara.
Sementara itu, salah satu pelaku MZ (41) mengaku mereka tidak melakukan ilmu apapun untuk mempengaruhi para korbannya. Mereka melakukan aksinya di Jalur Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) yang menyasar korban seseorang yang berasal dari luar kota.
“Tidak menggunakan ilmu, hanya memberikan penawaran menarik saja. Lokasinya di sepanjang jalan yang dinamakan LIK kalau disini, disitu kan tempat cegatan bis dan disitu kan rame karena banyak orang nongkrong-nongkrong. Dari 12 kali itu ada yang menghasilkan dan ada yang enggak kerugian paling besar itu Rp 10 juta,” akunya. adri-she


