By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kreativitas, Solusi agar Wayang Kulit Digemari Anak Muda
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kreativitas, Solusi agar Wayang Kulit Digemari Anak Muda

Last updated: 31 Oktober 2022 15:17 15:17
Jatengdaily.com
Published: 2 Oktober 2022 15:01
Share
Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Muhammad Yunus pada kesempatan Dialog Parlemen dan Media Tradisional (Metra), Sabtu malam (1/10/2022) di lapangan Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Foto:dok
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Wayang kulit pernah menjadi media komunikasi bagi masyarakat yang efektif pada zaman dulu. Sekarang pelaku seni harus mencari solusi agar generasi muda menyukai wayang kulit agar kesenian ini tetap lestari dan tidak musnah ditelan zaman. Salah satu solusinya yaitu kreativitas.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Muhammad Yunus pada kesempatan Dialog Parlemen dan Media Tradisional (Metra), Sabtu malam (1/10/2022) di lapangan Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini selain menggelar dialog budaya, juga menampilkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Desa yang dibawakan oleh dalang Ki Simon Darsono.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Desa yang dibawakan oleh dalang Ki Simon Darsono. Foto:dok

Muhammad Yunus menjabarkan bahwa sebagai upaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, wayang dapat dibuat dalam segmen-segmen pendek lalu diviralkan lewat Youtube dan media sosial lain.

“Ini upaya kreatif, misal adegan pendek yang lucu atau adegan pitutur bisa ditampilkan dalam segmen pendek. Harapannya ini dapat membantu sosialisasi wayang kepada masyarakat luas maupun generasi muda yang saat ini lebih akrab dengan media sosial,” tambah politisi dari PAN ini.

Sementara itu Munadi selaku Kepala Desa Gentan menyampaikan, penikmat wayang di desanya sangat banyak, bahkan anak muda pun menggemari wayang. Selain wayang, reog pun tumbuh subur di Ganten.

Pengrawit mendukung kemeriahan pergelaran wayang kulit. Foto:dok

“Kalau dulu reog hanya memakai iringan gong, namun sekarang sudah ada inovasi yaitu memasukkan organ dan drum. Ini dilakukan agar masyarakat menyukai tontotan reog”, tutur Munadi.
Ki Simon Darsono sebagai dalang ikut menyampaikan pendapat, bahwa saat ini wayang kulit memang memiliki kesulitan untuk bertahan. Beberapa hal yang menurutnya menyumbang langkanya minat masyarakat terhadap wayang yaitu masalah harga.

“Wayang itu kan mahal. Ini menyulitkan masyarakat untuk nanggap wayang. Selain harganya, juga butuh tempat yang luas. Untuk itu saya coba bertahan dengan membuat wayang yang ringkas dan murah”. st

You Might Also Like

Dua ABG Diancam Dibunuh dan Dicabuli Buruh Srabutan di Demak
Dokter Spesialis di Kabupaten Tegal Meninggal Dunia Karena Corona
Kebutuhan Avtur dan BBM Pemudik Terpenuhi, Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah Apresiasi Satgas Rafi 2024
MCV Dukung Percepatan Herd Imunity
Satupena Jawa Tengah Bertamu ke Kemenag Cilacap
TAGGED:Dalang Ki Simon Darsonokomisi a dprd jatengKreativitasSolusi agar Wayang Kulit Digemari Anak Mudawayang kulit
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?