DEMAK (Jatengdaily.com) – Banyaknya produk pangan dengan tampilan menggiurkan, maupun aneka obat-obatan berkedok harga murah, tak jarang membuat masyarakat lalai dalam berbelanja. Demi menjaga keselamatan sekaligus melindungi masyarakat atau konsumen dari produk-produk berbahaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Bidang Sumber Daya Kesehatan menyelenggarakan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) keamanan obat dan pangan.
Bertempat di Hall Hotel Amantis, menjadi peserta KIE adalah 70 ibu dari lima organisasi massa berbasis perempuan di Kota Wali, yakni Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyah Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah, dan Dharma Wanita Dinas Kesehatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan dr. Anggoro Karya Adisarsono menyampaikan, masih beredarnya aneka obat dan makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan sangat berbahaya bagi keselamatan konsumen. Sehingga perlu kiranya memberikan pembekalan pada masyarakat.
“Tentunya agar mereka memiliki pemahaman cukup tentang standar kesehatan dan pintar dalam memilih obat dan makanan yang aman dikonsumsi,” ujarnya, didampingi Sub Koordinator Kefarmasian Apt. Farida Kurniati SF, Rabu (27/7).
KIE sengaja menyasar ibu-ibu, menurut dr. Anggoro Karya, karena sejatinya ibu-ibu lah motor dalam keluarga. Di samping pula, ibu-ibu adalah agen terbaik dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat hingga viral istilah ‘the power of emak-emak’.
Diharapkan, setelah ibu-ibu tersebut mengikuti kegiatan KIE tersebut, terwujud konsumen-konsumen cerdas yang dapat melindungi diri sendiri, keluarga, maupun komunitas masyarakat dari ancaman produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai obat dan makanan yang aman, bermutu dan bermanfaat.
Sekaligus memberdayakan dan meningkatkan kemandirian masyarakat di bidang keamanan obat dan makanan. Di samping meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan makanan yang beredar.rie-st


