Marah Hanya Habiskan Energi

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Memaafkan orang lain tidak mudah. Hal itu karena membutuhkan kelapangan hati, kesabaran, dan keikhlasan. Akan tetapi, memaafkan jauh lebih baik daripada terus menyimpan rasa marah, kecewa, ataupun dendam. Marah, dendam, atau iri itu hanya menghabiskan energi.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah Prof. Dr. Ahmad Rofiq M.Ag dalam kegiatan Halal Bihalal di Masjid Baitussalam, Jalan Taman Karonsih Raya, Ngaliyan, Semarang, belum lama ini. Sebelumnya dilaksanakan pembacaaan ayat-ayat suci Alquran oleh Masyhudi dan dimeriahkan dengan musik rebana Darun Nisa.
Menurut Prof. Ahmad Rofiq, memaafkan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan memaafkan, maka rasa marah dan tekanan yang mengganggu emosi pun dapat diredakan. Pikiran menjadi lebih tenang dan jauh dari stres. Memaafkan membuat kita terhindar dari penyakit jantung, darah tinggi, bahkan stroke.
“Kalau kita menyimpan rasa marah dan dendam, wajah kita akan kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya. Silakan bercermin, siapa tahu wajah kita tampak lebih tua, itu berarti kita masih menahan rasa marah,” katanya.
Asal Usul Halal Bihalal
Pada kesempatan itu Ahmad Rofiq menjelaskan sedikit tentang asal usul halal bihalal yang hanya terjadi di Indonesia. Hal itu, kata dia, berawal dari K.H. Abdul Wahab Hasbullah yang memperkenalkan istilah halalbihalal kepada Bung Karno, Presiden RI saat itu, sebagai bentuk silaturahmi antarpemimpin partai politik yang saat itu selalu konflik dan bertikai. Atas saran dari K.H. Wahab, saat Hari Raya Idul Fitri tahun 1948 Bung Karno mengundang para tokoh politik ke Istana Negara untuk acara silaturahmi yang bertajuk “Halalbihalal.” “Tradisi yang sangat baik itu berlanjut sampai sekarang,” ujarnya.
Prof. Rofiq juga menekankan mengenai pentingnya zakat fitrah dibayarkan tepat waktu. Dalam kaitan ini, ia menceritakan tentang Utsman yang lupa membayar zakat fitrah dan datang kepada Nabi Muhamad untuk melapor, “Wahai Rasulullah saw, saya lupa membayar zakat fitrah sebelum salat Id, dan saya telah membayar kafarat dengan memerdekakan seorang budak (hamba)”?
Nabi Muhammad justru menjawab, “Wahai Utsman, sekiranya kamu memerdekakan seratus orang hamba, sungguh tidak dapat menyamai pahala zakat fitrah sebelum salat Id.”
Zakat, kata Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah ini , dapat membentuk sifat dan sikap zuhud, tidak materialis, tidak hedonis, dan tidak konsumeristik secara berlebihan terhadap materi. Seseorang yang berpenghasilan lebih dari 85 gram emas, wajib mengeluarkan zakat sebanyak 2,5% diserahkan kepada amil.
Ketua Yayasan Baitussalam Didik Suwarsono dalam sambutannya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Prof. Ahmad Rofiq yang di tengah kesibukannya berkenan hadir dan memberikan hikmah halal bihalal kepada jamaah Masjid Baitussalam. Selain itu, Didik juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus Masjid Baitussalam dan bidang-bidang di bawah naungan yayasan, seperti TPQ, Elwazis, Grup Darun Nisa, dan Remaja Masjid, yang terus berkarya tanpa kenal lelah untuk kemajuan bersama. st