By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pelecehan ‘Ning’ Pesantren Lirboyo Harus Dihentikan, Senator DPD Abdul Kholik Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pelecehan ‘Ning’ Pesantren Lirboyo Harus Dihentikan, Senator DPD Abdul Kholik Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku

Last updated: 14 September 2022 17:04 17:04
Jatengdaily.com
Published: 14 September 2022 17:04
Share
Dr Abdul Kholik, senator Dapil Jateng. Foto:ist
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Warga Nahdliyin yang kini menjadi senator DPD asal Jawa Tengah, Dr. Abdul Kholik,S.H., M.Si. mengatakan bahwa akhir-akhir ini memang terasa ada upaya stigmatisasi terhadap keberadaan lembaga pendidikan pesantren. Terakhir tampak jelas pada indikasi kasus penghinaan terhadap Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa ‘Ning’ Imaz selaku pengasuh Pesantren Lirboyo Jawa Timur.

”Sebelum kasus ini sudah muncul banyak kasus yang mengarah pada usaha mendiskreditkan pesantren seperti santri yang diangggap calon teroris, hingga kasus kekerasan pesantren. Padahal dalam hal kekerasan sebenarnya terjadi di banyak lembaga pendidikan lain seperti kasus kekerasan di IPDN, kasus akademi kelautan, bahkan terakhir kekerasan terjadi di tubuh institusi kepolisian. Ini artinya pola umum yang masih terjadi di masyarakat kita,” kata Abdul Kholik, Rabu (14/09/2022).

Menurut Kholik, pesantren adalah institusi pendidikan yang sudah ada sejak zaman kolonial. Lembaga ini menjadi pusat pendidikan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. ”Karena itu saya menolak keras adanya upaya yang mengarah pada merendahkan institusi pesantren.”

”Adanya kasus penghinaan kepada tokoh pesantren saya lihat cenderung dilatarbelakangi soal persaingan politik. Hal seperti ini harus dihentikan. Pesantren harus diberi dukungan oleh semua pihak dalam menjalankan pendidikannya yang bertujuan mencerdaskan banga,” kata Kholik.

Untuk itu, lanjut Kholik, penegak hukum harus segera bertindak tegas kepada pihak-pihak yang telah melecehkan pengasuh pesantren Lirboyo tersebut. Sebab, kalau terus dibiarkan maka akan berulang dan pesantren akan dirugikan.

”Bagi kami Lirboyo adalah pesantren tua dan besar. Santrinya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka sudah menjadi ulama dan kiai di berbagai daerah. Mereka kini sudah menjadi panutan masyarakat,” tegasnya.

Dalam sejarahnya pesantren Lirboyo adalah salah satu pesantren utama di kalangan Nahdliyin. Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim yang pada mulanya bertempat tinggal di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur pada tahun 1910 M. Sebelum menetap di Desa Lirboyo, beliau mengajar di Pondok Pesantren Tebu Ireng asuhan K.H. Hasyim Asy’ari yang juga menjadi teman sebayanya ketika berguru di Syaikhona Kholil Bangkalan.

K.H. Abdul Karim menikah dengan Nyai Khodijah binti K.H. Sholeh, Banjarmelati. Dan sejak pernikahan itulah K.H.Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo, Kediri. Berpindahnya K.H. Abdul Karim dari Tebuireng ke Desa Lirboyo disebabkan oleh adanya dorongan dari mertuanya (K.H. Sholeh Banjarmelati) dengan harapan agar syiar dan dakwah Islam menjadi lebih luas.

Saat ini Pesatren Lirboyo berada di bawah pimpinan K.H. M Anwar Manshur. Pesantren ini adalah pesantren salaf, yakni pesantren yan menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab-kitab salaf (kitab kuning) untuk pembelajaran sehari-hari. Pesantren ini menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan di peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Ponpes Lirboyo selalu ikut andil dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. st

You Might Also Like

Amankan Nataru Polres Demak Upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2024
Pertama di Indonesia, PLN Produksi Green Hydrogen 100 Persen dari EBT Kapasitas 51 Ton Per Tahun
Tingkatkan PNBP dan Pelayanan Jamaah, PHU Kanwil Kemenag Jateng ‘Ngangsu Kawruh’ ke Asrama Haji Batam
Pengentasan Kemiskinan Harus Konsisten dan Berkesinambungan untuk Meningkatkan Daya Saing Anak Bangsa
Naskah Buku Umum Keagamaan Karya Gunawan Trihantoro Lolos Uji Dewan Juri
TAGGED:'Ning' ImazPelecehan 'Ning' Pesantren Lirboyo Harus Dihentikanpengasuh Pesantren Lirboyo Jawa TimurSenator DPD Abdul Kholik Minta Aparat Tindak Tegas Pelakusenator DPD asal Jawa TengahUstadzah Imaz Fatimatuz Zahra
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?