JAKARTA (Jatengdaily.com)- Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, ketersediaan minyak goreng di pasaran aman dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
“Saya ke pasar lagi, memastikan ketersedian minyak goreng rakyat di pasaran aman dengan harga sudah sesuai HET Pemerintah, maksimal Rp14.000/liter. Setelah berdialog dengan pedagang serta masyarakat, saya senang karena sesuai ikhtiar kita, belum satu bulan Jawa dan Bali sudah aman,” jelas Mendag Zulhas dilansir dari laman Kemendag, Rabu (6/7/2022).
Berdasarkan pantauan harian, Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di 216 pasar seluruh Indonesia, harga minyak goreng curah secara rata-rata untuk Jawa-Bali sudah di bawah HET.
Per 1 Juli 2022, rata-rata harga minyak goreng curah sudah Rp 13.900/liter, turun 11 persen jika dibandingkan bulan lalu.”Ini tersedia di 15.375 pengecer mitra Pemerintah yang tersebar di 241 kabupaten/kota di 25 provinsi,” jelasnya.
Setelah meninjau langsung ke pasar dan berdiskusi dengan para pedagang, Mendag Zulhas melihat minyak goreng curah yang dikemas oleh pedagang agar praktis.
“Tadi banyak juga minyak goreng curah yang sudah dikemas pakai botol namun harga tetap Rp 14.000/liter,” kata Mendag Zulhas.
Menurut Mendag pedagang kini tidak perlu lagi repot mengemas minyak goreng curah. Karena Pemerintah menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana yang HET-nya juga Rp14.000 per liter, namanya Miyakita.
Menurutnya, Minyakita pun telah beredar, dan hari ini Rabu (6/7/2022) sudah launching. Kemasan sederhana, harga tetap Rp 4.000 per liter. Tujuannya, minyak goreng bisa terdistribusi dengan murah dan aman dan pastinya sudah sesuai dengan BPOM dan SNI. she
0



