Pengabadian Masyarakat IBDBU Bantu Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Budidaya Perikanan

3 Min Read
IBDBU 2022 melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Tim Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IBDBU) 2022 melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang diketuai oleh Prof. Sapto P Putro., M.Si, bersama tim Prof. Dr. Endah Dwi Hastuti, M.Si. dan Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si

Tim pengabdian masyarakat IDBU menggelar pelatihan pengolahan pasca panen hasil budidaya perikanan kepada ibu-ibu PKK desa Asinan. Diharapkan ke depannya masyarakat desa Asinan dapat mengolah hasil budidaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pelatihan dilakukan di balai desa Asinan.

Kegiatan ini dihadiri dan disambut baik oleh Lurah Asinan Turchamun Jiarto B, Sekretaris Desa Wahyu Kusuma Dewi dan Ketua PKK setempat Yuni beserta ibu-ibu anggota PKK Desa Asinan.

Bahan yang digunakan dalam pelatihan menggunakan ikan mujahir dan betutu, sedangkan pengolahan menggunakan liquid smoke. Hasil dari pengolahan ikan berupa abon dan ikan asap, baru-baru ini.

”Peran masyarakat Desa Asinan sangat penting sebagai pelaksanaan utama untuk menjaga ketahan pangan masyarakat. Sedangkan salah satu bentuk pengabdian Undip kepada masyarakat yakni melalui program IBDU dalam mewujudkan peran Undip secara nyata pada pengembangan masyarakat Desa Asinan,” jelas Prof Sapto, Senin (26/9/2022).

Prof Sapto mengatakan, lewat pelatihan ini hasil tangkapan nelayan berupa ikan betutu dan mujahir khususnya, bisa dijadikan bahan makanan lainnya. Sehingga bernilai ekonomi tinggi dan dijual ke wilayah lain.

Lewat pemberdayaan pada ibu-ibu PKK, maka tim pengabdian masyarakat menularkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan ikan tersebut.

‘’Oleh karena itu, kami dari tim pengabdian masyarakat, membantu para ibu-ibu PKK,’’ jelasnya.

Sebelumnya hyakni pada tahun 2021 lalu, tim pengabdian membantu para nelayan dalam hal aplikasi sains dan teknologi lewat sistem budidaya Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P) yang berdasar pada ecological engineering dan environmental management. ‘’Sistem tersebut menjadi alternatif yang lebih efisien untuk menggantikan sistem budidaya konvensional,’’ jelasnya.

Masyarakat Desa Asinan juga mendapatkan sosialisasi dari tim pengabdian tentang pemahaman konsep budidaya ramah lingkungan, manajamen pemanfaatan Danau Rawapening untuk ekowisata, dan pengelolaan gulma enceng gondok dengan harapan dapat memanafatkan potensi yang ada pada danau rawa pening secara maksimal sehingga dapat meningkatkan perekonomian tanpa merusak lingkungan. she 

 

Share This Article
Exit mobile version