PEKALONGAN (Jatengdaily.com)- Tim Program Studi (Prodi) D3 Akuntansi Universitas Diponegoro (Undip) Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pekalongan melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) selama dua hari pada hari Jumat-Sabtu (28-29/10/2022) yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Kulon Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan berjudul Pelatihan Kewirausahaan: Pembuatan Mie Hijau (Terbuat dari Sayuran Segar), Perhitungan HPP dan Pemasaran.
Melihat kegiatan ibu-ibu di Desa Tanjung Kulon yang mayoritas hanya berfokus dalam mengurus urusan rumah tangga menggerakkan tim dosen D3 Akuntansi PSDKU Kabupaten Pekalongan dalam memberikan kegiatan pelatihan sebagai bentuk realisasi dari tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan berbagai macam sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari sumber daya tersebut serta memasarkan produk-produk UMKM desa agar dapat disebarluaskan dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas.
Pada hari Jumat (28/10/2022), pelatihan yang diselenggarakan berupa pembuatan mie hijau yang terbuat dari sayuran segar berupa sawi. Mie hijau menjadi salah satu ide produk yang menarik daya minat konsumen karena produk ini telah teruji berdasarkan usaha yang sudah bertahan selama 15 tahun hingga sekarang. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh salah satu dosen yang berpengalaman dalam bidang tersebut yakni Muhammad Wildan Sholih, S.E., M.Ak., CFMA.
Pelatihan Ini diikuti sedikitnya oleh 40 orang warga Desa Tanjung Kulon dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Selama pelatihan berlangsung masyarakat tergolong aktif dan interaktif menanyakan serta mempraktikkan bagaimana cara pembuatan mie hijau. Selain itu, karena antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam pembuatan mie, masyarakat dan tim pengabdian berhasil menghasilkan output berupa mie ayam dalam jumlah banyak, yang mana hasilnya dapat dibagikan pula kepada masyarakat sekitar yang belum bisa menghadiri kegiatan pelatihan.
“Adanya kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami warga Desa Tanjung Kulon karena dapat menambah keterampilan yang kami miliki dan dapat menjadi salah satu ide usaha bagi kami. Kami berharap dapat mengembangkan kegiatan ini hingga menjadi usaha swadaya masyarakat untuk kedepannya,” kata Sri salah satu warga yang mengikuti kegiatan pelatihan.
Dilanjutkan pada hari kedua dibagi menjadi dua sesi yakni Perhitungan HPP dan Pelatihan Digital Marketing sebagai lanjutan dari praktik pembuatan mie hijau. Diharapkan dengan adanya pelatihan perhitungan HPP dapat membantu masyarakat dalam menentukan harga jual sebuah produk dengan tepat. Sedangkan untuk pelatihan digital marketing diharapkan mampu mengarahkan masyarakat mengikuti perkembangan pasar digital.
Dalam sesi perhitungan HPP yang dibimbing oleh Muhammad Ubaidillah, S.E., M.IE. yakni salah satu dosen D3 Akuntansi Undip Kabupaten Pekalongan. Masyarakat diberikan kesempatan langsung untuk mencoba mempraktikkan perhitungan tersebut pada laptop yang disediakan oleh Tim Pengabdian. Sesi ini berlangsung selama 2 jam yang diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif dari para peserta pelatihan.
Lanjut pada sesi kedua untuk pelatihan digital marketing, tim pengabdian menghadirkan pembicara yang berpengalaman di bidang tersebut yakni Bapak Farid Hasan Fuad yang berdomisili di Kota Pekalongan.
Pada sesi ini warga masyarakat diajarkan bagaimana sistematika penggunaan platform digital sebagai salah satu sarana pemasaran produk. Selama sesi ini berlangsung sebagian dari ibu-ibu peserta sudah dapat mempraktikkan materi yang diajarkan karena beberapa memang sudah tidak asing dalam penggunaan sosial media seperti TikTok dan Facebook.
Kegiatan pada hari kedua berhasil dilaksanakan dengan lancar dan selesai pada pukul 13.00 WIB. Hadir juga Lurah Desa Tanjung Kulon yang memberikan tanggapan positif dengan adanya kegiatan pelatihan ini. she
0



