DEMAK (Jatengdaily.com)- Gebyar Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Guntur sukses digelar, Jumat (12/8/2022). Tak hanya menumbuhkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) lewat kegiatan senam aerobik dan donor darah, 100 peserta senam sehat yang hadir juga diajak serta memperbaiki alam dengan menambah produksi oksigen lewat kegiatan penghijauan.
Koordinator PKH Kecamatan Guntur Agus Romli menyampaikan, PKH merupakan program nasional dalam rangka mengentaskan kemiskinan bagi anggotanya melalui berbagai kegiatan seperti kelompok usaha bersama (KUBe), sehingga keluarga penerima manfaat (KPM) PKH semakin mandiri dan meningkat kesejahteraanya.
“Gebyar PKH merupakan program rutin tahunan dalam rangka menjaga silaturahmi antara pendamping dengan keluarga penerima manfaat (KPM) juga kepala desa, camat berikut jajarannya. Sehingga KPM PKH semakin termotivasi dan semangat bangkit menjadi keluarga mandiri,” ujarnya.
Seiring HUT ke-77 Kemerdekaan RI, sejumlah kegiatan dirangkai dalam Gebyar PKH Kecamatan Guntur. Yakni senam sehat, donor darah an pembagian 7.600 bibit pohon kepada 20 kepala desa di Kecamatan Guntur untuk selanjutnya distribusikan ke desa-desa sebagai bagian kepedulian lingkungan dan upaya memperbaiki alam yang semakin menyusut ketersedian oksigen.
“Selain menambah produksi oksigen, sebanyak 7.600 bibit pohon jenis pucuk merah, nangka juga sirsat ini merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mendukung G20 2022,” imbuhnya.
Hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman Kecamatan Guntur tersebut Bupati dr Hj Eisti’anah, Pj Sekda H Eko Pringgolaksito, Asisten II Sekda H Agus Nugroho LP, serta Camat Guntur Ali Mahbub. Di samping jajaran forkompimcam serta kades-kades wilayah Kecamatan Guntur.
Sehubungan itu Bupati Eisti’anah menyatakan apresiasi, khususnya kepada para pendamping PKH yang raya-rata muda dan gigih mendukung pemerintah khususnya program pengentasan kemiskinan. Terlebih Gebyar PKH ini selaras dengan semangat HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang mengimplementasikan gerakan revolusi mental.
“Gerakan revolusi mental dapat diimplementasikan pada banyak hal. Mulai dari pengibaran bendera sebagai wujud cinta tanah air. Hingga upaya menekan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi melalui PKH, dan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian alam dan lingkungan,” kata bupati.
Bersamaan itu Bupati Eisti’anah berpesan, para pendamping PKH tak segan and bosan mengedukasi para KPM. Sehingga jumlah KPM berkurang karena mampu hidup mandiri dan tidak lagi berharap bantuan.
“Program pengentasan kemiskinan dan gerakan menanam serentak 7.600 bibit pohon yang motori teman-teman pendamping PKH ini semoga menjadi virus kebaikan yang tersebar di tengah kaum milenial,” kata bupati.
Perlu diingat, meski tak ada lagi PPKM namun protokol kesehatan harus terus dijaga. Karena virus corona varian terbaru masih ada. rie-she


