By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Petani Demak Berlatih Membuat Pupuk Cair Organik di BBPP Lembang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petani Demak Berlatih Membuat Pupuk Cair Organik di BBPP Lembang

Last updated: 21 Oktober 2022 17:01 17:01
Jatengdaily.com
Published: 21 Oktober 2022 17:01
Share
Kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kabupaten Demak saat menyimak penjelasan tentang cara membuat pupuk cair organik. Foto: sari
SHARE

LEMBANG (Jatengdaily.com)- Sebagai daerah penyangga pangan nasional, Kabupaten Demak intensif meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya para petani, dengan mengikutsertakan mereka pada pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jumat (21/10/2022).

Studi komparasi 80 orang perwakilan kelompok tani dan kelompok wanita tani dari 14 kecamatan di BBPP Lembang itu dipimpin Kabid Prasarana Sarana Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Demak Sri Sulistyawati. Bertempat di Aula Catur Gatra, rombongan diterima langsung Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Lembang Taufik Lukman.

Disampaikan, terpilihnya Kabupaten Demak sebagai daerah penyangga pangan nasional bukan tanpa alasan. Hal tersebut dikarenakan di Jawa Tengah produktivitas padi Demak nomor tiga terbesar setelah Cilacap dan Grobogan, bawang merah terbesar kedua setelah Brebes, sementara produktivitas kacang ijo nomor satu se-Jawa Tengah.

Apresiasi pun dilontarkan Taufik Lukman untuk para petani, yang disebutnya sebagai ujung tombak pertanian. Terlebih ketika dua tahun covid-19 melanda, pertanian satu-satunya yang bisa bertahan dibanding sektor lainnya.

Lebih lanjut disampaikan, jaman dulu bertani hanya meneruskan warisan orang tua, tanpa pernah berpikir bertani itu menguntungkan. Padahal mestinya harus berorientasi bisnis. “Jual gabah untung sedikit. Tapi setelah diolah dan dikemas bagus, akan meningkatkan nilai jual. Itu lah agro bisnis,” ujarnya.

Setelah mendapat sejumlah penjelasan teknis, kelompok tani dan kelompok wanita tani Kota Wali pun diajak tim BBPP tinjauan lapangan. Di awali melihat tanaman-tanaman hortikultura unggulan hasil budidaya BBPP, dilanjutkan praktek pembuatan pupuk cair organik dan pengaplikasiannya pada tanaman.

“Harapan kami bapak ibu petani dari Demak ke Lembang tidak sekadar studi banding ataupun mengikuti pelatihan, namun ilmu yang didapat benar-benar langsung dipraktekkan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan semakin memperkuat ketahanan pangan di Demak,” kata Taufik Lukman.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak dari Fraksi PKB H Zayinul Fata merespon positif kegiatan peningkatan kapasitas petani untuk semakin memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Demak. “Semoga ilmu dan keterampilan baru tentang inovasi-inovasi pertanian dari BBPP cocok dan dapat diaplikasikan di lahan pertanian Demak,” pungkasnya. rie-she

You Might Also Like

Pemuda Edarkan Uang Palsu dengan Modus COD di Blora
Musim Hujan, Warga Diimbau Waspadai Ular
Ramadan Berbagi, SIG Salurkan 33.000 Paket Sembako
How 5G Will Transform Communication and Connectivity
Pemudik yang Lewat Pesisir Pantura Diharap Waspada Rob
TAGGED:bbpp lembangpetani demakPupuk Cair Organik
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?