By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pilkades di Demak, Desa Tanpa PAdes Bingung Pembiayaan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pilkades di Demak, Desa Tanpa PAdes Bingung Pembiayaan

Last updated: 23 Mei 2022 19:49 19:49
Jatengdaily.com
Published: 23 Mei 2022 19:49
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat menerima audiensi panitia pilkades dan paguyuban kades yang berencana kembali mencalonkan diri. Foto: sari
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pilkades di Demak yang diagendakan serentak pada 16 Oktober 2022 di 183 desa sudah di depan mata. Namun begitu masih ada sejumlah desa kebingungan terkait anggaran pelaksanaan. Terutama desa-desa yang tidak memiliki PADes (Pendapatan Asli Desa), seperti kebanyakan desa di Mranggen dan Sayung.

Saat audiensi bersama Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, Ketua Panitia Pilkades Jamus Kecamatan Mranggen, Muh Rifai menyebutkan, karena tidak memiliki PADes, pelaksanaan pilkades mendatang pemdes hanya menganggarkan Rp 6 juta di APBDes. Sementara dari pemda atau APBD diestimasi Desa Jamus hanya akan mendapatkan bantuan Rp 9 juta.

“Kami menyadari pandemi covid-19 telah mempengaruhi kebijakan politik anggaran di daerah maupun desa. Namun begitu, alokasi bantuan anggaran Pilkades dari APBD sangat minim. Sementara selain desa kami tak memiliki PADes, adanya partisipasi pendanaan dari calon kades dikhawatirkan berbuntut persoalan hukum,” ujarnya, Senin (23/5/022).

Sehubungan itu, adanya tambahan kucuran dana dari pemda untuk penyelenggaraan pilkades yang aman dan kondusif sangat diharapkan. Sebab dengan anggaran yang sangat minim itu, dikhawatirkan hanya akan sampai pada tahap sosialisasi. Sementara hingga lima bulan ke depan masih ada sederet tahapan. Mulai dari penjaringan calon, penyampaian misi visi, hingga hari H pemungutan suara yang disebutkan paling banyak membutuhkan anggaran.

Pj Sekda H Eko Pringgolaksito yang hadir mendampingi bupati, bersama Asisten 1 Sekda H AN Wahyudi, serta Kepala Dinpermades P2KB H Taufik Rifai, memaklumi tidak semua desa memiliki PADes yang melimpah. Sehingga untuk penganggaran pilkades, diperbolehkan mengalokasikan anggaran tambahan mendahului perubahan, yakni dengan menggeser-geser anggaran bukan prioritas.

Termasuk menggunakan sumber-sumber anggaran yang sah, termasuk partisipasi dari para calon. Tentunya dengan syarat tidak memaksa, serta telah dimasukkan dalam komponen APBDes.

Sedangkan mengenai bantuan anggaran bersumber APBD, menurut Eko Pringgolaksito, telah dianggarkan untuk DPT masing-masing Rp 15 ribu per pemilih. Namun setelah melalui pembahasan dengan legislatif, dari sekitar Rp 9 miliar lebih yang dianggarkan untuk pelaksanaan Pilkades hanya disetujui sekitar Rp 1,5 miliar.

“Kabar baiknya, belum lama ini kami mendapatkan rekomendasi dari legislatif untuk mengalokasikan anggaran tambahan guna mendukung pelaksanaan Pilkades pada perubahan anggaran. Namun sepertinya waktunya tidak cukup, karena perubahan anggaran ditetapkan sekitar awal November, sementara Pilkades serentak pada 16 Oktober,” ujarnya.

Bupati Eisti’anah mengambil kebijakan, menggeser-geser anggaran di beberapa OPD yang bukan skala prioritas. Sebab di Dinpermades P2KB yang merupakan leading sektor-pun tak tersedia anggaran dalam jumlah besar untuk digeser guna menambah anggaran Pilkades.

“Tapi kami minta masyarakat utamanya panitia pilkades desa-desa yang minim PADes untuk tenang dan sabar. Kami tetap akan berusaha membantu, namun untuk itu butuh persetujuan dari legislatif. Meski tidak maksimal. Yang penting mari bersama wujudkan pilkades yang aman dan kondusif, sehingga terpilih kades yang amanah,” tandas bupati. rie-yds

 

You Might Also Like

Siapkan Tempat bagi Para Peneliti dan Periset Kota Semarang, Mbak Ita Resmikan Co-working Space BRIN
Ali Zaenal Kangen Syuting Sinetron
Banjir Demak, 35.984 Jiwa Terdampak 215 Hektar Sawah Terendam
Kolaborasi BUMD dengan Lembaga Keuangan untuk Genjot PAD
Stasiun Kereta Api di Wilayah Daop 4 Masih Dipadati Penumpang
TAGGED:PAdesPemkab Demakpilkades demak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?