SEMARANG (Jatengdaily.com) – Jajaran Polda Jateng menggelar Operasi Keselamatan Candi 2022. Kegiatan ini dilakukan 1 Maret 2022 hingga 14 Maret 2022 sebagai upaya penertiban lalu lintas dan menekan penularan COVID-19 omicron.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Agus Suryo Nugroho mengatakan pada razia selama 14 hari dilakukan dengan humanis. Nantinya personel bakal memaksimalkan kegiatan razia untuk menegakan aturan berkendara di jalan raya.
“Upayakan pendekatan humanis secara maksimal. Pelaksanaan kegiatan juga dibarengi kegiatan sosialisasi dan himbauan secara simpatik,” kata Agus Suryo Nugroho, Jumat (25/2/2022).
Menurut dia, pihaknya akan berusaha mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Ada tujuh potensi pelanggaran yang bakal ditindak oleh personelnya yaitu, berhenti di tempat terlarang (sembarangan tempat) termonitor kamera kopek, tidak menggunakan sabuk keselamatan yang termonitor kamera ETLE, melanggar batas kecepatan.
Menggunakan handphone saat mengemudikan kendaraan di jalan raya yang tidak menggunakan handsfree, tidak menggunakan helm SNI, dibawah umur yang belum memenuhi syarat dan tidak memiliki SIM kendaraan roda 2 dan roda 4 atau lebih, melawan arus dan menerobos lampu merah.
“Kita laksanakan kegiatan dengan baik agar tepat sasaran. Sehingga operasi ini dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas, serta terciptanya Kamseltibcar lantas,” ungkapnya.
Penindakan terhadap pelanggaran tersebut dilakukan dengan sistem ETLE. “Hilangkan sikap arogan dan semena-mena kepada masyarakat. Jaga protokol kesehatan selama kegiatan operasi,” pungkasnya. adri-yds


