By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Potensi Desa Wisata Sembungan Wonosobo, dari Puncak Sikunir hingga Potong Rambut Gimbal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaNewsWisata

Potensi Desa Wisata Sembungan Wonosobo, dari Puncak Sikunir hingga Potong Rambut Gimbal

Last updated: 13 Juli 2022 15:37 15:37
Jatengdaily.com
Published: 13 Juli 2022 15:37
Share
Ruwatan Cukur Gimbal di Desa Wisata Sembungan Wonosobo. Foto: ist
SHARE

WONOSOBO (Jatengdaily.com) – Desa Wisata Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah menyimpan beragam keindahan alam yang cocok dijadikan salah satu destinasi wisata.

Salah satu keindahannya yakni pemandangan matahari terbit (sunrise) di Puncak Sikunir. Ini bisa menjadi referensi wisata kita saat saat pelesiran ke Wonosobo. Tak heran kalau Desa Wisata Sembungan masuk dalam 50 desa terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Di Desa Wisata Sembungan ini kita akan menjumpai Puncak Sikunir yang merupakan destinasi ikonik. Objek ini menawarkan keindahan pemandangan matahari terbit yang tiada duanya. Untuk dapat menikmati sunrise di sana, wisatawan dapat mengunjunginya pada musim kemarau di mana cuaca cenderung lebih cerah dan tak berkabut.

Menariknya lagi, dalam perjalanan menuju puncak bukit, wisatawan akan disuguhkan pemandangan yang indah. Salah satunya adalah pemandangan Telaga Cebong. Itu merupakan telaga yang terjadi dari bekas kawah purba, dulunya memiliki luas sekitar 18 ha, akan tetapi lama kelamaan mulai menyempit dan tersisa sekitar 12 hektare. Lokasi Telaga Cebong berada di sebelah barat Gunung Sikunir dengan bentuk menyerupai cebong atau berudu mungkin dari bentuk itulah akhirnya telaga ini diberi nama telaga cebong.

Baca Juga: Desa Wisata Bugisan Klaten, Kaya Warisan Leluhur

Selain itu masih di Desa Sembungan ada air Terjun Sikarim. Itu merupakan curug tertinggi yang ada di Pulau Jawa karena memiliki ketinggian sekitar 125 meter. Airnya mengalir melewati tebing batu yang sangat tinggi, terdapat beberapa aliran air di tebing tersebut. Air yang mengalir tersebut berasal dari Telaga Cebong.

Bukan cuma potensi alamnya saja, namun Desa Sembungan juga terkandung potensi seni dan budaya, di antaranya beragam tarian. Salah satunya, Tari Angguk. Tari tersebut merupakan hiburan atau pendukung untuk menyemarakkan perhelatan, pernikahan atau nadir (membayar janji).

Dan mungkin tak asing lagi sebuah prosesi fenomenal di daerah ini yakni Ruwatan Cukur Gimbal. Itu merupakan upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel). Ritual ruwatan yang diadakan pada tanggal satu suro menurut kalender jawa ini bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak berambut gimbal dari sukerta atau sesuker (kesialan, kesedihan, atau malapetaka). Sedangkan kulinernya kita bisa dapat berburu Carica, Terong Belanda, dan Purwaceng.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Parekraf/Baparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno belum lama ini bertandang ke Desa Wisata Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Wonosobo Drs M Albar, Sandi menuturkan, Desa Wisata Sembungan, merupakan desa tertinggi di pulau Jawa yang berada pada ketinggian sekitar 2.300 Mdpl. Lokasi Desa Sembungan sangat mudah dijangkau dari arah Wonosobo yaitu sejauh 24 kilometer atau dapat ditempuh dengan waktu 55 menit.

Sandi menyampaikan, perpaduan antara destinasi wisata alam Telaga Cebong dan wisata budaya Potong Rambut Gimbal merupakan daya tarik yang fantastis. Untuk meningkatkan potensi wisata di desa tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Astra.

“Di desa ini, para wisatawan juga dapat bermalam. Tersedia 40 homestay dengan biaya sewa per kamar antara Rp250 ribu-Rp400 ribu. Fasilitas umum pun lengkap. Seperti halnya desa wisata yang lain, destinasi wisata di desa ini telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022 yang terdiri dari tujuh kategori,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin 11 Juli 2022.

“Yakni daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), homestay, toilet umum, digital dan kreatif, cleanliness health safety dan environment sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa,” imbuh Sandi.

Terkait berapa persen kenaikan kunjungan wisata di tanah air di tengah Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), Sandi merespon, di tengah-tengah pandemi justru desa wisata ini menjadi pilihan.

“Ada kenaikan 30 persen berdasarkan big data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Ini bisa menjadi suatu momentum kebangkitan kita bersama,” ungkapnya.

Sandi menegaskan, Kemenparekraf berkomitmen untuk memasukan desa wisata sebagai program unggulan. Menurut dia, demokratisasi pariwisata bermakna memberikan dampak pariwisata yang berkeadilan. yds

You Might Also Like

9 Most Beautiful Mountains Of The World For Trekkers In This Summer
Indonesia Targetkan Pertahankan Juara Umum ASEAN Para Games 2023 di Kamboja
7.809 Desa di Jateng Siap Terapkan Transaksi Nontunai
Hadiri Mujahadah Kubro, Presiden Prabowo Sebut NU Sumber Kesejukan dan Harapan Bangsa
Gara-gara Pinjaman Online, Ibu di Kota Semarang Bunuh Anak dan Coba Bunuh Diri
TAGGED:ADWI 2022Desa Wisata Sembungankabupaten wonosobopotong rambut gimbalPuncak SikunirTelaga Cebong
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?