SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng mencatat 37 hewan ternak terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku di empat kabupaten kota. Puluhan hewan tersebut tertular virus PMK dari progres hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta.
“Per hari ini tim gabungan dan para surveilan turun ada 37 diantaranya Kabupaten Rembang 4 ekor sapi, Boyolali 16 sapi, Banjarnegara 14 sapi, Wonosobo 3 kambing. Saat ini hewan yang terpapar virus sedang diupayakan tindakan isolasi dalam kandang agar tidak menular ke hewan lain dan pengobatan terpadu. Sedangkan kondisi ternak sudah semakin membaik,” kata Kepala Disnak Keswan Jateng, Agus Wariyanto, Kamis (12/5/2022).
Dia menyebut penularan virus PMK pada ternak berasal dari kiriman Aceh dan Jawa Timur. Pedagang Aceh tersebut awalnya menjual ternaknya kepada pedagang Wonogiri kemudian didistribusikan ke wilayah Wonosobo. Sedangkan penularan virus PMK di Rembang akibat adanya kiriman hewan ternak dari pasar Jogorogo Tuban Jatim.
“Jadi epicentrum virusnya selama ini ada di Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Akibatnya virus PMK merebak di Boyolali. Maka kita lakukan edukasi peternak yang terkena virus, bahwa PMK ini tidak mematikan. Resiko kematiannya 5-10 persen, tapi tingkat kesakitannya bisa sampai 100 persen,” ungkapnya.
Belasan sapi dan domba yang terinfeksi virus PMK mengalami gejala klinis berupa demam tinggi mencapai 38-41 derajat celcius. Sedangkan kondisi mulut berjamur dan kuku mengalami bercak bercak putih.
“Kondisi klinis yang kita temukan pada sapi dan domba yang kena PMK ada yang demamnya sampai 38-41 derajat, saat diperiksa ada kuku yang timbul bercak-bercak dan mulut sapinya yang menjadi melepuh. Kalau dibiarkan bahaya bisa menulari ternak lainnya,” jelasnya.
Agus menyarankan masyarakat bila ternaknya yang terkena virus PMK lebih baik untuk langsung disembelih guna memutus mata rantai penularannya. Untuk sapi maupun kambing yang tertular PMK masih aman dikonsumsi asalkan dimasak sampai matang.
“Di Banjarnegara hewan yang kena virus PMK masih aman dikonsumsi seperti dagingnya saja. Kepalanya, dan kaki jangan dimakan. Ternak yang kena virus PMK masih bisa sembuh dengan cara diberi suntikan vaksin, diberi pakan yang bersih dan teratur. Selain itu kondisi kandangnya harus benar-benar disterilkan,” ujarnya.
Selanjutnya pihaknya bentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk penanganan PMK. Tugas tim URC nantinya memantau lalu lintas ternak dari Jawa Timur, mengedukasi para peternak dan pedagang hewan.
“Jadi kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus PMK. Karena selain bisa menular pada hewan ternak lewat saluran mulut dan kuku, penyakit tersebut menyebabkan berat badan hewan menyusut drastis. Kami minta masyarakat supaya tidak terlalu panik,” tandasnya. she


