in

Sejumlah Ulama Merekomendasikan Halal Secretome Stem Cell untuk Pengobatan

Forum Bahtsul Masail: Mengkaji Kehalalan Secretome Stem Cell yang diselenggarakan Unissula, Rabu (26/1/2022).

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sejumlah ulama merekomendasikan halal dan diperbolehkannya, Secretome Stem Cell untuk pengobatan.

”Dari hasil diskusi ini, kami merekomendasikan jika Secretome Stem Cell halal dan diperbolehkan untuk pengobatan,” jelas KH Kharis Shodaqoh, salah satu ulama dalam Forum Bahtsul Masail: Mengkaji Kehalalan Secretome Stem Cell  yang diselenggarakan Unissula, Rabu (26/1/2022), di Kampus Jalan Kaligawe.

Alasan yang masuk dari para ulama karena bahan yang digunakan adalah halal, begitu juga proses pembuatannya, dan yang tak kalah penting, adalah bermafaat untuk kemaslahatan umat dan perkembangan Ilmu Pengetahuan khususnya di bidang kedokteran.

Hal sama dikatakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) Jateng, Dr. KH Ahmad Darodji, MSi. Menurutnya, pada prinsipnya pengobatan dengan Secretome Stem Cell dibolehkan.

‘’Hal ini sebagai upaya untuk tidak membiarkan tubuh kita sakit. Kalau melihat bahan dasarnya, aman dan diperbolehkan. Kita menggunakannya dalam pengobatan. Kita membutuhkan, jadi dasar medis tersebut membolehkan penggunaannya untuk pengobatan,’’ jelasnya.

Assoc Prof. Dr. dr. Agung Putra. MSi. Med., selaku Director of Stem Cell and Cancer Research (SCCR) yang merupakan Ketua Prodi S2 (Magister) Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Unissula memaparkan Stem Cell (Sel Punca) merupakan sel yang dapat berkembang menjadi bermacam-macam sel pada tubuh suatu organisme, termasuk manusia.

Tali pusat pada bayi (pusar bayi) yang baru dilahirkan merupakan salah satu sumber stem cell yang saat ini banyak dikembangkan untuk berbagai macam pengobatan. Sel tersebut memerlukan perlakuan khusus sehingga dapat dipanen dan dipakai untuk terapi antara lain untuk pengobatan pada gangguan kesehatan.

Laboratorium Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Universitas Islam Sultan Agung merupakan salah satu institusi peneliti dan pengembang Stem Cell untuk kepentingan terapi dan pengobatan.

Beberapa kasus penyakit yang dapat ditangani melalui terapi stem cell ini adalah kanker, stroke, diabetes, ortopedi, gagal ginjal, kulit, dan lain-lain.

Di masa pandemi sekarang ini, SCCR telah mengembangkan stem cell untuk mengatasi pasien Covid-19 yang kritis.

Pada pasien covid-19, sistem pernafasan sangat terganggu karena paru-paru tertutup rapat oleh cairan yang diproduksi organ yang mengalami inflamasi. Serangan covid-19 juga dapat terjadi pada organ lain yang lemah melalui penurunan sistem imun tubuh.

SCCR merekayasa stem cell pada tingkat molekul ukuran nanodalton agar sel dapat menerobos jaringan super kecil yang mengalami gejala.

Sel dalam ukuran nanodalton ini dinamakan dengan Secretome Stem Cell, yang memiliki kemampuan immunimodulator dengan mengeluarkan molekul molekul anti inflamasi IL-10.

‘’Pada puncak kasus Covid-19 di pertengahan 2021 kemarin, terbukti banyak pasien Covid-19 kritis dapat ditangani dengan terapi secretome ini,’’ jelasnya.

‘’Dengan pengobatan secretome stem cell pasien lebih aman, potensi imunitas ditolak tubuh sangat kecil, dengan akibat fatal dimana pasien meningga juga sangat kecil,’’ tambah dr Agung.

Menurutnya, terkait dengan Covid 19. Dimana penyakit ini menjadi pandemi di dunia dua tahun ini. Dengan munculnya sejumlah  varian akibat mutasi virus, diharapkan secretome stem cell juga menjadi salahs atu pengobatan yang tepat.  Sebab, bisa menyembuhkan organ-organ pasien Covid-19 yang rusak.

Alhasil, kajian riset yang dilaporkan dalam jurnal bereputasi Q1-Q2 menunjukkan pengakuan dunia internasional mengenai dampak positif terapi stemcell secretome terhadap berbagai gejala penyakit berat.

Masalahnya adalah, dalam perspektif hukum Islam, secretome stem cell membutuhkan legitimasi halal sebagai sebuah produk yang ditinjau dari aspek bahan, proses, produk akhir, dan dampak. Untuk itu, perlu dilakukan sebuah kajian dan telaah masalah melalui Forum Bahtsul-Masail ini.

Sedangkan proses produksinya pun menurutnya, melalui proses yang aman dan halal, dengan bahan-bahan yang teruji.

Rektor Unissula Drs Bedjo Santoso MT PhD mengatakan produk ini dihasilkan untuk terapi penyakit. ‘’Maka diantaranya dikaji dari sisi kehalalannya, dan semoga bisa membantu masyarakat,’’  jelasnya.

Adapun yang hadir adalah KH Kharis Shodaqoh, KH Hanif Ismail, KH Gus Zaim, KH Najib Hasan, Dr. KH Ahmad Darodji, MSi, K.H. Aniq Muhammadun, K.H. Busyro Musthofa, Dr. KH. Rozihan, S.H., M.Ag., KH Nasrullah Afandi, Drs. Tafsir MAg,  dengan moderator Ketua Literasi Unissula  Dr. Muhammad Ja’far Shodiq. She

Written by Jatengdaily.com

KIPI Serius Pasca Vaksin Pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Dipusatkan di Solo, 30 Ribu Orang Dilatih Jadi Calon Enterpreneurship