in

Sekda Jateng Apresiasi Ashabul Kahfi PWI Jateng; Menghayati Alquran Hidup Lebih Bermakna

Muhamad Yusuf, Bidang Keagamaan Biro Kesra Pemprov Jateng, dalam acara Buka Bersama dan Khataman Al Quran Majelis Tadarus Al Quran Ashabul Kahfi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah di Sekretariat PWI Provinsi Jateng Jalan Tri Lomba Juang Semarang, Kamis (14/4/2022) malam. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, SE MM mengingatkan kepada insan pers agar selalu meningkatkan kualitas diri. Insan Pers yang kompeten akan melahirkann karya-karya jurnalistik berkualitas, yang muaranya akan mengedukasi dan mengonstruksi demokrasi di negeri ini.

Jurnalis yang kompeten juga akan bisa memberikan berita yang positif bagi masyarakat, dan juga akan bisa mengikis berita hoaks, misleading infomasi dan aksi tidak baik terkait penyebarluasan konten.

“Mari kita satukan tekad dan upaya melalui sinergitas, harmonisasi informasi, saling berbagi peran dari sumber informasi agar bisa memberikan ruang berita positif bagi masyarakat,” kata Sekda Sumarno dalam sambutannya yang dibacakakan oleh Muhamad Yusuf, Bidang Keagamaan Biro Kesra Pemprov Jateng, dalam acara Buka Bersama dan Khataman Al Quran Majelis Tadarus Al Quran Ashabul Kahfi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah di Sekretariat PWI Provinsi Jateng Jalan Tri Lomba Juang Semarang, Kamis (14/4/2022) malam.

Sumarno mengatakan, Pemprov Jateng mangapreasi kegiatan khataman Al Quran Majelis Tadarus Al Quran Ashabul Kahfi PWI Jawa Tengah ini. Tadarus Al Quran adalah kegiatan positif karena itu, harus dilanjutkan agar bisa berlangsung secara kontinyu. Kegiatan yang baru ada di PWI Provinsi Jateng ini, diharapkan bisa menular ke PWI provinsi lain, sehingga PWI provinsi lain bisa ikut menggelar kegiatan seperti ini.

“Kegiatan ini selain meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah, juga menjadi wahana untuk silaturahmi, wahana berdoa kepada Allah agar kita diberi bimbingan, sehingga apa yang kita lakukan bisa memberikan manfaat dan maslahat kehidupan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga termasuk yang dianjurkan ketika bulan Ramadan seperti sekarang ini,” kata Sumarno.

Ditegaskan dia, khataman Al Quran adalah momentum yang tepat dalam rangka pembentukan karakter bangsa dan umat Islam yang sarat dengan rahmat dan hidayah. Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang harus digunakan, dibaca, dipahami isinya, dan sebagai umat mayoritas dengan keanekaragaman suku dan budaya tentu Al Quran harus menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan dalam kehidupan.

“Kegiatan khataman Al Quran ini dapat menciptakan muhasabah rasa intropeksi diri dan dengan menyimak serta menghayati isi kandungan Al Quran hidup akan lebih berguna dan bermakna, khususnya kawan-kawan wartawan Jawa Tengah,” ucapnya.

“Wartawan atau apa pun sebutannya itu profesi yang penuh dinamika, maka butuh kecerdasan dan pemikiran yang terbuka, sekaligus sebagai siraman rohani,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng dan sekaligus Pembinan Majelis Ashabul Kahfi Amir Machmud NS mengaku gembira, karena kegiatan tadarus Al Quran yang diikuti oleh para wartawan anggota PWI Jateng ini masih bisa berjalan sampai sekarang. Dan kegiatan seperti ini belum ada di WI Provinsi lain dan juga diapresiasi oleh teman-teman wartawan PWI Provinsi lain.

“Alhamdulillah. Teman-teman PWI Provinsi lain juga ada yang bertanya bagaimana caranya untuk bisa menggelar kegiatan seperti ini, ya kami jelaskan kepada mereka apa adanya. Semoga PWI Provisi lain ada yang ikut menggelar kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Amir, anggota Ashabul Kahfi PWI Jateng juga masih terbatas, saat baru 35 orang. Mayoritas adalah pengurus dan anggota PWI yang berdomisili di Kota Semarang, baru beberapa orang yang berasal dari luar Kota Semarang, yakni dari Magelang dan Tegal. Ke depan, pihaknya akan mengajak pengurus PWI Kota/Kabupaten untuk bergabung di Ashabul Kahfi.

“Ada teman dari Pekalongan dan Pemalang yang sudah menyampaikan ingin gabung. Akan segera kami masukka mereka sambal mengajak pengurus PWI Kota/kabupaten lainnya agar mau gabung,” katanya.

Sementara ini, Ketua Majelis Ashabul Kahfi Setiawan Hendra Kelana, menyatakan, majelis ini berdiri pada pertengahan tahun 2020. Dalam menjalankan program yakni tadarus Alquran, Ashabul Kahfi memanfaatkan fasilitas whatsapp. Saat khataman Al Quran, anggota Ashabul Kahfi tidak berkumpul pada satu tempat, namun mereka berada di rumahnya masing-masing. Setiap orang akan membaca 1 atau 2 juz yang dipilihnya sendiri, begitu selesai dibaca langsung melapor ke pengurus majelis melalui grup whatsapp.

“Sejak berdiri sampai malam ini sudah 47 kali khatam Al Quran. Selama ini, 1 kali khatam rata-rata dalam kurun waktu dua minggu, namun saat bulan Ramadan ini, bisa khatam dalam satu minggu. Karena pandemi Covid-19, malam ini adalah khataman Al Quran kali keempat yang dilakukan secara tatap muka atau berkumpul seperti ini,” kata dia.st

 

Written by Jatengdaily.com

Ramadan Tinggal Setengah: Bertahan atau Kalah?

Tekan PTM, Puskesmas Wonosalam I Optimalkan Posbindu