JAKARTA (Jatengdaily.com) – Meski beberapa kali gagal berbisnis tidak membuat Deddy Corbuzier kapok, mantan host Hitam Putih Trans 7 ini terus mencoba untuk bisnis. Salah satunya ia menginvestasi dananya untuk bisnis pakaian milik Muhammad Sadad. Deddy menggelontorkan dananya hingga mencapai Rp10 Miliar bukan tanpa alasan.
“Saya suka perjuangan Sahabat saya Sadad yang memulai dari nol tanpa invetor kemudian jatuh bangun hingga akhirnya bisa besar seperti sekarang. Alasan inilah yang mendasari saya untuk menjadi investor pertama,” ujar Deddy dengan suara mantap, saat teken kesepakatan Investor dengan Deddy Corbuzier sebagai investor pertama di pabrik Erigo di Kawasan Legok Tangerang, Selasa (19/4/2022)
Deddy menegaskan kalau investasinya bulan gimik, atau invetasi saham kosong tapi mengeluarkan dananya dari kantongnya sendiri.
“Ini bukan Gimik seperti yang dilakukan orang lain, ini asli duit saya yang investasikan. Berharap untung, pastinya. namanya investasi yang berharap keuntungan. Tapi yang lebih utama bagaiman mendorong produk lokal bisa bersaing dengan produk luar, kalau bukan kita, siapa yang mau mensuport produk lokal,” tegas mantan suami Kalina Oktarani ini
Dengan investor pertama Deddy berharap mendorong investor lain untuk ikutan. “Alhamdulilah, sejak kabar Master Deddy Corbuzier mau investasi, ada beberapa investor dalam dan luar negeri tertarik menanamkan investasinya di Erigo. Ini yang kami yakini, bakal banyak investor yang masuk setelah penandatangan kesepakatan ini,” ujar Muhammad Sadad, CEO Erigo.
Mendengar kabar baik dari koleganya, Deddy pun ikut senang dan bersyukur. Upayanya untuk mensuport produk lokal disambut masyarakat luas.
“Bersyukur, kalau masuknya saya di Erigo, memancing investor lain untuk terlibat. Artinya pilihan saya menginvestasikan dana tidak salah. Saya berharap dengan banyaknya investor membuat Erigo makin berkembang dan mendunia,” tegas pengelola Podcast Close The Dor ini.
Meski menanamkan dananya puluhan miliar, tapi Deddy tidak akan ikut campur tangan soal pengelolaan perusahaan dan produk. “Nggaklah, karena mendisain baju nggak gampang dan perlu penilitian yang panjang dan nggak mudah. Biarkan Sadad dan manajemen yang memikirkan bagaiman Erigo bisa berkembang pesat,” pungkas Deddy Corbuzier. sb-st


