By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tausiyah Prof Djamil, Bulan Puasa Sarana Melatih Kesabaran
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tausiyah Prof Djamil, Bulan Puasa Sarana Melatih Kesabaran

Last updated: 23 April 2022 04:58 04:58
Jatengdaily.com
Published: 23 April 2022 04:58
Share
Prof Dr H Abdul Djamil (tengah) memberikan tausiyah di gedung IPHI, kompleks Islamic Centre Manyaran Kota Semarang Jumat malam (22/4/2022). Foto. ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Prof Dr H Abdul Djamil MA Rektor IAIN (UIN) Walisongo Semarang dua periode (2003-2007/2007-2011) dan mantan Dirjen PHU Kemenag RI memberikan tausiyah pada kegiatan tarawih dan silaturahim (Tarhim) Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah di gedung IPHI kompleks Islamic Centre Manyaran Kota Semarang, Jumat malam (22/4/2022).

Dalam tausiyahnya, Prof Djamil menyampaikan tentang Bulan Puasa adalah pembentuk ketakwaan. “Selain Ramadan sebagai syahrus-shiam, bulan yang mewajibkan umat Islam puasa, Ramadan juga merupkan Syahrul-Qur’an. Seorang muslim harus menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya,” ujar Prof Djamil.

Selain itu, Prof Djamil juga menjelaskan bahwa Ramadan juga syahrush-shabr yang menuntut seorang muslim harus memiliki jiwa yang sabar sebagai manivestasi puasa. “Ramadan juga merupakan syahrush-shabr. Bulan di mana seorang muslim harus memiliki jawa yang sabar,” tandasnya.

Suasana lapar dan haus yang dialami shaim (orang yang berpuasa) adalah sarana melatih kesabaran. Selain itu, shaim juga harus mampu menghindarkan diri dari perbuatan yang merusak puasa.

“Orang puasa pasti lapar dan haus, pasti mengalami kesulitan, maka harus sabar. Juga sabar untuk tidak melakukan perbuatan yang bisa merusak pahala puasa,” tuturnya.

Prof Djamil juga menyinggung tentanh pandemi Covid-19 yang sudah mulai hilang, sehingga tahun ini Haji sdh dibuka unutk jamaah luar Arab Saudi secara bebas, meskipun hanya dibatasi 1 juta jamaah untuk umat Islam seluruh dunia. st

You Might Also Like

Pengurus PWI Jateng 2025–2030 Dilantik, Semangat Persatuan Menyala di Wisma Perdamaian
Proyek Kabel Laut Internasional ICE IV Dorong Konektivitas Intra Asia ke India, Timur Tengah dan Global
Peringati HUT ke-9, Komunitas Pecinta Alam Semen Gresik Mendaki ke Gunung Ungaran
PT Djarum Entaskan Kemiskinan lewat Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Kudus
Kontrak Gian Zola Resmi Habis dari PSIS
TAGGED:Bulan Puasa Sarana Melatih KesabaranIPHI JatengTausiyah Prof Djamil
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?