By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tingkat Kesopanan Netizen Indonesia Terendah Se-Asia Tenggara
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tingkat Kesopanan Netizen Indonesia Terendah Se-Asia Tenggara

Last updated: 15 Juni 2022 23:21 23:21
Jatengdaily.com
Published: 15 Juni 2022 23:21
Share
Para narasumber webinar bertema "Peningkatan Kualitas Demokrasi Di Era Digital" yang hadir pada acara tersebut adalah Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Rahmad Winarto, serta Dekan Fisip Untag Dr. Dra. Rini Werdiningsih. Adapun sebagai moderator dari presenter TATV Okfid Susendar. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menggunakan teknologi informasi secara bijak sangatlah penting, sebab dalam suatu riset yang dirilis oleh Microsof dinyatakan bahwa tingkat kesopanan netizen Indonesia terendah se Asia Tenggara. Hal itu dibuktikan dalam laporan google yang menyebutkan bahwa Indonesia paling banyak meminta pengajuan untuk menghapus konten-konten negatif. Untuk itu seorang netizen sebelum mengunggah berita harus bisa memilah dan memilih, menyaring sebelum disharing.

Hal itu disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kemenkominfo RI, Drs Bambang Gunawan MSi saat membuka acara forum cerdas berdemokrasi bertema “Peningkatan Kualitas Demokrasi di Era Digital” yang diselenggarakan di Gedung Grha Kebangsaan kampus Untag, Jl Pawiyatan Luhur Semarang belum lama ini.

Adapun para narasumber webinar yang hadir pada acara tersebut adalah Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Rahmad Winarto, serta Dekan Fisip Untag Dr Dra Rini Werdiningsih. Adapun sebagai moderator dari presenter TATV Okfid Susendar.

Untuk menyemarakkan acara tersebut, sebagai pembuka dipersembahkan tari Semarang hebat, yang merupakan tari gaya semarangan yang menceritakan rasa bangga masyarakat Semarang menjadi hebat karena memiliki berbagai etnis dengan berbagai kuliner dan tempat pariwisata yang ada.

Rektor Untag Prof Dr Drs Suparno, MSi selaku tuan rumah, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Kominfo kepada Untag untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurutnya, bahwa kepercayaan itu mahal harganya, maka ketika Untag diminta untuk menyelenggarakan kegiatan ini dalam waktu empat hari, maka Untag menyatakan siap untuk melaksanakan, dan itu terbukti, karena dari 200 audiens yang diminta, Untag bisa menghadirkan lebih dari 300 peserta, seperti yang kita lihat dalam ruangan ini. katanya.

Terkait dengan tema, Prof Suparno menyampaikan agar berhati hati dalam menggunakan medsos, karena dapat memberikan nilai positif dan negatif, yang semuanya akan memberikan dampak yang luas, maka dalam sarannya jangan menviralkan berita bohong karena tidak ada manfaatnya, dan justru akan merugikan anda sendiri.

”Untuk itu gunakanlah medsos dengan sebaik baiknya dalam menyampaikan berita yang menyejukan dalam bingkai persatuan,” katanya.

Bambang Gunawan, saat membuka acara, mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor dan segenap perangkatnya Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang sudah berkenan menfasilitasi kegiatan ini, untuk itu dia berharap kerja sama yang terjalin baik ini dapat diwujudkan kembali pada waktu mendatang.

Tujuan diadakannya forum mencerdaskan demokrasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para audien tentang seluk beluk digital. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran pentingnya meningkatkan demokrasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara. Selanjutnya juga untuk mendorong masyarakat untuk bijaksana menggunakan informasi dalam rangka meningkatkan demokrasi.

Dia berharap agar para audien khususnya mahasiswa agar sebelum mengunggah berita harus bisa memilah dan memilih, serta harus bisa menyaring sebelum disering. Hal ini sangat penting, sebab sekarang ini dari pihak pemerintah terkait dengan proses wawancara pekerjaan banyak yang menanyakan kepada Kominfo tentang akun medsosnya pelamar, karena bisa saja terjadi saat wawancara tatap muka yang bersangkutan berprilaku sopan, namun dalam penggunaan medsosnya yang bersangkutan tidak berprilaku sopan. Jadi sekali lagi gunakanlah medsos secara bijak. st

You Might Also Like

Gerhana Matahari Hibrida akan Terjadi 20 April, Pakar Ingatkan Jangan Melihatnya Langsung
Guru Diminta Dampingi Siswa agar Tidak Andalkan Mesin Pencari saat Belajar Agama
Wujudkan Pesantren Ramah Anak, Pemprov Jateng Berkomitmen Libatkan UNICEF
Hidden Ways To Save Money That You Might Be Missing
Resmi Jabat Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto akan Wujudkan Parlemen Modern dalam Menjaring Aspirasi
TAGGED:Riset MicrosofTerendah Se-Asia TenggaraTingkat Kesopanan Netizen Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?