Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Demak Gandeng Koruki

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh dan Founder Koruki Kusfitria Marstyasih saat menandatangani MoU tentang pengawasan partisipatif di lembaga pendidikan non formal. Foto: rie
DEMAK (Jatengdaily.com) – Pengawasan tahapan pemilu berpotensi penuh celah, ketika Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) berkerja sendiri dengan keterbatasan personel. Oleh karena itu keikutsertaan masyarakat dalam pengawasan partisipatif menjadi kebutuhan untuk menutup celah pelanggaran.
Pada Rakor Potensi Pelanggaran Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Peserta Pemilu dengan Stakeholder, Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh menuturkan, beberapa upaya telah ditempuh dalam rangka menutup lubang dan celah pelanggaran. Yakni melalui program desa pengawasan dan desa anti politik uang. Di samping menjalin kerjasama organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga pendidikan.
Termasuk menggandeng komunitas peduli pendidikan, seperti Komunitas Rumah Kita (Koruki) Demak. Dengan harapan melalui kerjasama edukasi politik, potensi pelanggaran semakin menyusut bahkan nihil. Seiring kepedulian masyarakat di semua tingkatan berpartisipasi alam pengawasan setiap tahapan pemilu, sehingga bermuara pada terpilihnya pemimpin ideal dan amanah.
“Kami juga mohon dukungan serta sinergi komunikasi teman-teman media massa. Sebab sebagus apa pun upaya pengawasan jika tidak terpublikasi kurang mengena di masyarakat,” ujarnya, Rabu (19/10).
Sementara Founder Koruki Kusfitria Marstyasih mengatakan, Koruki bersama Bawaslu Demak sepakat saling bersinergi dalam pengawasan pemilu dari dan oleh masyarakat. “Masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif mewujudkan demokrasi yang ideal dengan bersama-sama mengampanyekan anti politik uang.,” ujarnya.
Terkait dengan program utama Koruki yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, maka sosialisasi pengawasan pemilu akan masuk menjadi bagian program literasi kewarganegaraan. Yakni kaitannya masyarakat yang memang harus memiliki kemampuan untuk memahami dan mampu mengelola potensi diri, dalam hal ini terkait kesadaran berdemokrasi masyarakat.
“Harapannya melalui agenda sosialisasi maupun diskusi yang akan digelar secara berkala juga bisa memunculkan ide gagasan maupun kritik membangun dari masyarakat demi penyempurnaan sistem demokrasi di negara kita,” pungkasnya. rie-yds