By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: UMKM Naik Kelas, Sinergi Tingkatkan Mutu Produk
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

UMKM Naik Kelas, Sinergi Tingkatkan Mutu Produk

Last updated: 29 April 2022 08:12 08:12
Jatengdaily.com
Published: 29 April 2022 08:12
Share
Peserta berfoto bersama di area manufaktur CCEP Indonesia setelah kegiatan Coke Tour, Jumat 22 April 2022. Coke Tour merupakan program kunjungan masyarakat ke fasilitas manufaktur CCEP Indonesia.Foto:ist
SHARE

BAWEN (Jatengdaily.com) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penggerak ekonomi terutama pada masa pandemi Covid – 19. Namun, rendahnya pengetahuan pelaku UMKM untuk menghasilkan produk dari sisi pengolahan dan pengemasan yang sesuai standar, masih menjadi kendala.

“Ada kekhawatiran pelaku UMKM terkait bertambahnya biaya produksi untuk menghasilkan produk dan kemasan yang sesuai standar aman” . Kata Dimas Herdy Utomo pemilik Serabut Nusa, perusahaan reseller produk UMKM. Ia menambahkan, bahwa dengan pengolahan dan pengemasan yang baik, justru dapat meningkatkan kualitas sebagai daya saing produk UMKM dengan lainnya.

Pernyataan itu disampaikan saat diskusi terbatas bersama peserta Coke Tour, program kunjungan masyarakat ke fasilitas manufaktur Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), pada Jumat, 22 April 2022 lalu. Kegiatan yang berlangsung di pabrik yang berlokasi di Kabupaten Semarang itu dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai narasumber. Sedangkan pesertanya, terdiri dari perwakilan UKM Center dan HIPMI Kabupaten Semarang.

Plant Operation Manager Semarang Plant CCEP Indonesia Ambrosius Padang Nurmandito mengatakan sebagai salah satu industri barang konsumsi terbesar di dunia, CCEP menerapkan standar produksi dan kualitas yang sama di seluruh wilayah operasionalnya. Mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur di Sumatra, Jawa, dan Bali, CCEP Indonesia memproduksi sejumlah minuman kemasan; soft drink (Coca-Cola, Fanta, dan Sprite), jus buah (Pulpy), susu (Nutriboost), serta teh (Frestea) dan air kemasan (Ades). “Kualitas yang kami hasilkan di sini, juga bagaimana produksi dilakukan, itu sama dengan yang berlaku di Eropa,” katanya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nurhidayat menyampaikan apresiasinya terhadap upaya edukasi kesehatan yang dilakukan CCEP Indonesia dalam kunjungan ini. Dia juga menambahkan bahwa pola asupan makanan dan minuman yang seimbang, merupakan kunci menerapkan gaya hidup yang sehat. Melalui kegiatan ini, dapat menjadi media komunikasi antara usaha kecil dan besar dalam menciptakan peluang berkembang bersama.

Pengurus UKM Center Kabupaten Semarang Budi Prasetyawan mengatakan kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi dia dan rekan-rekannya melihat langsung proses produksi minuman. Kesan pertama yang ia dapat ketika memasuki fasilitas manufaktur tersebut adalah penerapan keselamatan kerja, semisal kewajiban penerapan protokol kesehatan. “Keselamatan dan kesehatan menjadi keutamaan,” katanya.

Regional Corporate Affairs Manager-East Armytanti Hanum Kasmito mengatakan CCEP Indonesia berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan. Selain menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas, produk yang dihasilkan dipastikan ramah lingkungan dan kesehatan konsumen.

Dari sisi kemasan plastik misalnya, kata dia memberi contoh, CCEP Indonesia kini mendirikan PT Amandina Bumi Nusantara, satu perusahaan daur plastik di Bekasi, Jawa Barat sebagai upaya untuk berkontribusi mengurangi sampah plastik di Indonesia. “Kami juga mengubah botol Sprite dari berwarna hijau menjadi bening sehingga memudahkan proses daur ulang,” katanya.

 

Kegiatan ini juga berlangsung di fasilitas manufaktur CCEP Indonesia lainnya. Di area Pasuruan, kunjungan ini diwakili oleh UKM Jogoboyo Surabaya, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sidoarjo dan  perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Surabaya. Lain halnya dengan yang di Bali, hadir dalam kunjungan perwakilan dari yayasan BEDO, Yayasan non-profit yang berkomitmen dalam pemberdayaan lingkungan dan Indonesia Council for Small Business (ICSB), Organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan UKM. st

You Might Also Like

Laba Solusi Bangun Indonesia Naik 63 Persen di Semester I 2025, Efisiensi dan Inovasi Jadi Kunci
Dugderan, Tradisi dan Hiburan bagi Warga Semarang
LAZiS Jateng Bantu 29.394 Penerima Manfaat di Indonesia dan Palestina pada Ramadhan 1446 H
Jokowi di Solo, Bantu Pekerja Seni dan Pelaku Usaha Kecil
Perkuat Bonding Anak, Atikoh Ganjar Gencarkan Gerakan Makan Bersama Keluarga
TAGGED:Sinergi Tingkatkan Mutu ProdukUMKM Naik Kelas
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?