By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waspadai Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Hindari Monyet dan Tikus
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waspadai Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Hindari Monyet dan Tikus

Last updated: 5 Agustus 2022 19:50 19:50
Jatengdaily.com
Published: 5 Agustus 2022 19:49
Share
Ilustrasi cacar monyet alias monkeypox. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah menyatakan penderita cacar monyet lebih banyak ditemukan dari penularan hewan. Sedangkan antar manusia masih dalam pemeriksaan medis.

“Penularannya dari hewan, tidak hanya monyet, bisa tikus dan bajing. Misalnya jika ada makanan di rumah yang habis kena jejaknya tikus lebih baik segera disingkirkan. Jangan dipegang karena bisa jadi sumber penularan penyakitnya,” kata Ketua IDI Jateng, dr Djoko Handojo, Jumat (5/8/2022).

Dia menjelaskan bagi seseorang yang terinfeksi cacar monyet akan mengalami masa inkubasi selama enam hari sampai 21 hari atau selama tiga minggu. Setelahnya inkubasi, baru muncul gejala klinis pada tubuh. Mulai demam, nyeri kepala dan punggung, ruam pada kulit. Yang membedakan dengan cacar air pada umumnya ialah ditemukannya pembengkakan kelenjar getah bening.

“Maka dari itu kita perlu waspada. Kalau ada anak yang demam tinggi harus secepatnya dibawa ke puskesmas. Tapi cacar monyet itu bisa sembuh sendiri kalau sudah melewati masa inkubasi. Karena gejalanya akan muncul enam sampai 21 hari, setelah itu ruamnya akan rontok sendiri. Bedanya cacar monyet dengan cacar air biasa itu gejalanya nyeri kepala, nyeri punggung, ruam-ruam di kulit dan muncul pembesaran kelenjar getah bening. Kalau itu sudah keluar, para dokter akan periksa di bagian leher, ketiak dan selangkangan,” ungkapnya.

Sedangkan resiko penularan cacar monyet juga bisa diantisipasi dengan menghentikan aksi perburuan binatang. Walaupun cacar monyet tergolong penyakit dengan tingkat keparahan yang rendah, akan tetapi menurutnya virus tersebut bisa menular melalui cairan ruam yang timbul pada kulit.

“Jadi jangan berburu dulu karena kondisinya masih seperti ini. Lalu jangan bersentuhan dengan orang yang kena cacar. Karena cacar monyet bisa menular lewat cairan ruamnya,” jelasnya.

Adapun untuk mengobati cacar monyet bisa dilakukan dengan pemberian obat demam dan tambahan asupan vitamin. Oleh sebab itulah, ia mengimbau supaya warga tetap tenang dan tidak perlu panik mengingat Kemenkes telah menyatakan bahwa sampai sekarang belum ada satupun warga yang dipastikan terkonfirmasi cacar monyet.

“Di luar negeri kan sudah bermunculan. Hanya saja di Indonesia menurut Kemenkes sampai saat ini belum ada terkonfirmasi cacar monyet. Nah memang betul tanggal 3 Agustus ada gejala tersebut. Cuman kita masih menunggu tindaklanjuti dari uji laboratorium apakah benar positif cacar monyet atau tidak. Secara umum yang harus kita lakukan ya tetap menjalankan protokol kesehatan. Kemudian kalau seandainya ada yang kena cacar monyet penyembuhannya hanya dengan obat demam dan vitamin saja. Ruamnya nanti bisa hilang sendiri,” pungkasnya. adri-she

 

You Might Also Like

Sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus Pimpin Doa Ma’had Tahfidz di MAJT
Tim Garuda Berhasil Menang 2-0 dari Arab Saudi
Puan Ceritakan Kisah Bung Karno Lolos dari Pembunuhan Saat Shalat Idul Adha
Bus Standar Protokol Kesehatan Siasati Pandemi COVID-19 di Era New Normal
MGMP PAI SMA Jateng Gelar Ta’aruf Calon Pengurus Secara Virtual
TAGGED:Masyarakat Diminta Hindari Monyet dan TikusWaspadai Cacar Monyet
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?