Loading ...

1.000 Perempuan Indonesia akan Berkonsolidasi Mencari Solusi berbagai Permasalahan di Kongres Nasional Perempuan 2023

IMG-20230815-WA0024

Panitia kongres saat beraudiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Jakarta diketuai oleh Hj. Nawal Nur Arafah (Ketua BKOW Jateng yg istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemun). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Perempuan Indonesia akan berkumpul berkonsolidasi merundingkan dan mencari solusi segala permasalahan pada Kongres Perempuan Nasional 2023.

Pasca 77 tahun Indonesia merdeka, terdapat sejumlah capaian penting dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, di antaranya kebijakan kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen dan kelembagaan pemerintahan, lahirnya UU No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT, UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), peningkatan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun, penyelenggaraan layanan terpadu bagi perempuan korban kekerasan di seluruh provinsi dan kab/kota, penurunan angka buta aksara dan putus sekolah, penurunan angka kematian ibu, meningkatnya akses perempuan terhadap pendidikan tinggi, pekerjaan layak dan kesehatan reproduksi.

Ketua Panitia Dr. Mila Karmilah, ST, MT mengatakan, Kongres Wanita I (Pertama) telah dilaksanakan di Yogyakarta pada 1928, Kongres Wanita II (Kedua) 1935 dilaksanakan di Jakarta dan Kongres Wanita III (Ketiga) 1938 di Bandung. Isu-isu kesenjangan/ketidakadilan yang dialami perempuan seperti seperti buta aksara, pendidikan rendah, kematian ibu melahirkan, pemaksaan perkawinan dan perkawinan anak, hak memilih dan dipilih, poligami dan kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan seksual telah disuarakan.

“Perjuangan gerakan perempuan lintas suku, etnis, agama, profesi dan pilihan politik tak berhenti bahkan setelah reformasi 1998. Perubahan politik pemerintahan pasca reformasi yang lebih terbuka, desentralis, demokratis serta melindungi kebebasan bersuara dan berserikat telah melahirkan 3 (tiga) peluang yang melahirkan perubahan, “ujar Mila Karmilah pada konferensi pers melalui daring, Selasa (15/08).

Pertama, peluang memperkuat konsolidasi agenda bersama gerakan perempuan, kedua peluang melahirkan kepemimpinan nasional dan daerah yang memiliki komitmen mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, dan ketiga peluang kerja kolaborasi dengan pemerintah, pemimpin nasional dan daerah serta dunia usaha dalam memajukan HAM perempuan.
Tahun 2024, Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu serentak baik pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota legislatif/parlemen nasional, kepala daerah dan anggota legislatif/ parlemen daerah.

Momentum ini harus digunakan untuk mempromosikan pentingnya visi dan agenda pembangunan pasca satu abad Indonesia merdeka serta kepemimpinan nasional dan daerah yang memiliki komitmen mengakhiri ketidakadilan gender di Indonesia. Perempuan dituntut kembali berjuang untuk pemenuhan hak-haknya.
Jawa Tengah telah menginisiasi menyelenggarakan kongres perempuan pada 2019. Ini menjadi tonggak bersejarah dalam memperkuat peran perempuan di Jawa Tengah maupun di Indonesia. Kongres Perempuan Jawa Tengah merekomendasikan beberapa hal, yaitu: kasus kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah masyarakat dan stakeholder lainnya.

Keterbatasan akses dan kontrol serta partisipasi perempuan terhadap sumber daya alam mengakibatkan perempuan menjadi kelompok paling miskin. Terkait dengan kelembagaan dan kebijakan diharapkan ada reformasi kelembagaan yang mendukung penyelenggaraan proses pemulihan seperti membangun sistem peradilan yang responsif terhadap korban serta mengalokasikan anggaran yang cukup bagi pemulihan korban sebagai konsekuensi kebijakan perlindungan terhadap perempuan.

Kongres perempuan Jawa Tengah juga merekomendasikan hal-hal seperti pekerjaan yang layak bagi perempuan, ketahanan pangan, serta perempuan dan fundamentalisme agama yang berpotensi memecah bangsa.

Berdasarkan hal itulah maka Kongres Perempuan Nasional sangat penting dan mendesak dilakukan untuk mengkonsolidasikan suara dan agenda bersama gerakan perempuan di berbagai sektor untuk memperkuat pelaksanaan janji konstitusi dalam visi pembangunan pasca satu abad Indonesia merdeka.

Kongres Perempuan Nasional akan diselenggarakan di Kampus UNDIP Semarang, pada 24-26 Agustus 2023 dengan Tema: “Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan Menuju Satu Abad Indonesia”.

Penyelenggara acara ini adalah gabungan dari berbagai organisasi antara lain Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Darma Wanita Persatuan UNDIP, PKK Jawa Tengah, LRC-KJHAM, Rahima, KUPI, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), KOPRI PMII Jateng, IMM Jateng, Kohati Jateng-DIY, pusat studi wanita, akademisi, mahasiswa, dan lembaga pemerintah maupun nonpemerintah bersatu padu bersinergi mewujudkan acara ini.

Kongres Perempuan Nasional bertujuan memberikan: 1) Rumusan dasar, strategi dan rencana tindak lanjut peran publik perempuan dalam 5 sektor isu pembangunan menuju satu abad Indonesia Emas; 2) Maklumat demokrasi dan kepemimpinan perempuan menuju satu abad Indonesia emas; dan 3) Rekomendasi pewujudan demokrasi dan kepemimpinan perempuan menuju satu abad Indonesia emas.

Kongres Nasional akan diikuti sekitar 1.000 (seribu) peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas perwakilan:
● Pemerintah Pusat (Kementerian, Lembaga & DPR RI)
● Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi /Kab/Kota, DPRD)
● Partai Politik
● Pemerintah Desa (Kepala Desa, Perangkat dan BPD)
● Organisasi /komunitas perempuan akar rumput
● Organisasi sosial kemasyarakatan
● Aktivis /NGO
● Jurnalis
● Korporasi /swasta
● Mahasiswa
● Lembaga Negara/Lembaga Independen lainnya.

Kongres ini rencananya akan menampilkan Keynote Speech Ketua DPR RI Puan Maharani. Kemudian acara akan dibuka dengan seminar nasional dengan tema dan narasumber:

1. Perempuan dalam Tata Kelola Pemerintahan (I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI)
2. Perempuan dalam Kebudayaan (Prof. Dr. Dra. Sulistyowati Irianto, M.A -Antropologi Hukum, Fakultas Antropologi Universitas Indonesia ).

Moderator: Andy Yentriyani (Komnas Perempuan)
Tempat: Auditorium Prof. Soedharto UNDIP
Setelah pelaksanaan stadium general peserta akan dibagi ke dalam 5 (lima) tema utama, yaitu:

KOMISI I
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam Tata Kelola Pemerintahan dengan rencana pembicara:
Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos (Walikota Semarang)
Hasyim Asy’ari, S.H, M.Si, PhD (Ketua KPU Pusat)
Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H.( BAWASLU RI)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Dr. Ida Budhiati, S.H., M.Hum.
Tempat: Auditorium FISIP, UNDIP

KOMISI II
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam mendorong dan memperkuat Ketahanan Pangan dengan rencana pembicara:
Hj. Siti Atikoh Supriyanti (Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Tengah)
Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc (Dosen Fakultas Pertanian UNDIP)
Lily Batara (Manager Program Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan )
Dr. Phill. Dewi Candraningrum, M.Ed (UMS Surakarta)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Agus Gunawan Wibisono
Tempat: Auditorium FPP UNDIP

KOMISI III
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan untuk mewujudkan Kebijakan Adil gender dan Anti Kekerasan tehadap Perempuan dengan rencana pembicara:
1. Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA (Anggota Komisi IV DPR RI)
2. Mieke Verawati Tangka (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia)
3. Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan)
4. Nur Laila Hafidhoh, M.Pd (Direktur LRC-KJHAM)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Myra Diarsi, MA., Psikolog
Tempat: Auditorium Prof. Soedharto UNDIP

KOMISI IV
Peluang dan Tantangan Perempuan dalam mewujudkan Energi Bersih serta Responsif pada isu Lingkungan dengan rencana pembicara:
1. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S, M.M (Wakil Ketua Komisi X DPR RI)
2. Delima Silalahi (Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat/KSPPM)
3. Paramita Iswari, S.T.,M.A (Direktur Perkumpulan Karsa)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Dr. Mila Karmilah, ST.MT.
Tempat: Ruang Teater FISIP UNDIP

KOMISI V
Peluang dan Tantangan Perempuan dalam memperkuat/mewujudkan Kebudayaan dan Media yang ramah perempuan dengan rencana pembicara:
1. Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M (Wakil Ketua MPR RI)
2. GKR Hemas (DPD RI)
3. Luviana Ariyanti (Pemred wwww.konde.co)
4. Evri Rizqi Monarshi (Komisi Penyiaran Indonesia Pusat)
Pimpinan Sidang: Masruchah
Tempat: Auditorium Fakultas Teknik UNDIP
Kongres terbuka untuk seluruh perempuan di Indonesia. Narahubung: Ketua I Kongres Perempuan Nasional (Mila Karmilah 085215664422). st