By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kerusuhan Suporter dalam Laga PSIS Vs Persis Solo, Polisi Sebut Pengamanan Sesuai SOP
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kerusuhan Suporter dalam Laga PSIS Vs Persis Solo, Polisi Sebut Pengamanan Sesuai SOP

Last updated: 19 Februari 2023 08:42 08:42
Jatengdaily.com
Published: 19 Februari 2023 08:35
Share
Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy. Foto: Humas Polda Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Menyusul kericuhan yang dilakukan suporter PSIS yang terjadi dalam laga PSIS Vs Persis Solo, pada Jumat (17/2/2023), polisi masih terus melakukan penyelidikan. Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyebut pengamanan pertandingan sepak bola laga PSIS vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat tersebut sudah sesuai standard operating procedure (SOP).

Hal ini termasuk ketika terjadi rusuh suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk stadion sebab ingin menonton secara langsung.

Termasuk juga tahapan personel yang diturunkan, mulai dari pengerahan personel pengendali massa (Dalmas) hingga tim anti-anarkis dari Brimob ketika ekskalasi kerusuhan makin meningkat.

“Kami sudah melakukan tiga penyekatan,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, dilansir dari laman Humas Polda Jateng, Minggu (19/2/2023).

Penyekatan kedua dilakukan di depan Alfamart Telaga Bodas, arah Stadion Jatidiri. Itu sekitar 15 menit setelah penyekatan pertama. Kerumunan suporter makin banyak dan beringas. Mereka tak mengindahkan imbauan polisi untuk kembali, sebab pertandingan digelar tanpa penonton.

Di lokasi ini, rombongan suporter terus merangsek memaksa menuju arah stadion. Mereka melempari polisi dengan batu dan botol. Penyekatan ketiga dilakukan di kawasan Stadion Jatidiri. Imbauan petugas melalui pengeras suara tak digubris massa.

Termasuk sudah dilakukan negosiasi dari negosiator Polwan, dan pihak PSIS. Namun, tahapan ini tetap tak berhasil membuat massa kembali. Sekitar 1.500 suporter saat itu terus mencoba merangsek ke dalam stadion.

Mereka juga melempari polisi dengan batu, paving block hingga botol. Sejumlah anggota polisi mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Situasi menjadi tak terkendali, polisi akhirnya melontarkan gas air mata untuk membubarkan massa.

“Penggunaan gas air mata adalah opsi terakhir setelah semua penyekatan tidak mampu membendung massa. Pun tindakan itu dilakukan secara terukur dan di luar stadion,” lanjut Iqbal.

Diungkapkannya, persiapan pengamanan pertandingan itu sudah digelar sepekan sebelumnya, ketika dilakukan rapat dengan panitia pelaksana pertandingan pada Jumat (10/2/2023) di Polrestabes Semarang.

Pada Selasa (15/2/203) panpel pertandingan mengundang seluruh instansi yang terlibat pelaksanaan pertandingan sekaligus menyatakan belum ada tiket terjual sebelum ada rekomendasi dari Polrestabes Semarang.

Selanjutnya, Polrestabes Semarang kemudian mengeluarkan rekomendasi pertandingan digelar tanpa penonton. “Rekomendasi diambil setelah dilakukan rapat dengan panpel dan yang terkait lainnya, termasuk pertimbangan-pertimbangan lain khususnya faktor keamanan,” sambung Iqbal.

Sehari sebelum pertandingan digelar, kembali dilakukan rapat kesiapan pengamanan. Di situ ada informasi sebagian tiket telah terjual. Informasi ini dikonfirmasikan ke panpel dan mereka menyatakan belum menjual tiket, namun masing-masing korlap sudah menerima list pemesanan. Polda Jawa Tengah, sebut Iqbal, menyebut pihaknya prihatin dengan insiden ini.

“Kami berharap situasi serupa tidak terulang pada laga-laga mendatang yang digelar si seluruh stadion di Jawa Tengah,” ungkap Iqbal.

Akibat kerusuhan tersebut, 1 truk Dalmas mengalami retak kaca, beberapa fasilitas umum rusak dan 7 polisi luka ringan terdiri; 4 personel Brimob, 2 Sabhara dan 1 Polwan.

Sementara itu, Polrestabes Semarang dalam kejadiann itu, telah memeriksa sebanyak 16 orang pendukung PSIS Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes. Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan 16 orang tersebut diperiksa berkaitan dengan dampak bentrokan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan kendaraan bermotor yang ada di sekitar lokasi kejadian. she

You Might Also Like

Gereja Blenduk Kembali Berkilau, Simbol Sejarah dan Harmoni Kota Semarang
Banjir di Sumatra: 753 Orang Meninggal dan Ratusan Masih Hilang
Pembangunan Istana Negara di IKN Capai 55 Persen
SIG Bukukan Kenaikan Laba Rp 2,79 Triliun
KAI Peringati 158 Tahun Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia Tanggung-Semarang
TAGGED:Laga PSIS Vs Persis SoloPolda JatengPolrestabes SemarangSuporter PSIS
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?