in

Ajak PKL Jaga Kebersihan, Mbak Ita Apresiasi Perkembangan Perekonomian dan PKL Stadion Diponegoro

Wali Kota Semarang, Ir Hj Hevearita G Rahayu berswafoto dengan pedagang di kawasan PKL Stadion Diponegoro. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak PKL (Pedagang Kaki Lima) untuk menaati peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan menjaga kebersihan. Dengan demikian, diharapkan hal tersebut bisa menjadikan Kota Semarang makin indah, bersih dan nyaman. Mbak Ita sapaan akrabnya juga menyampaikan jika hal tersebut dapat membuat para wisatawan merasa nyaman dan akhirnya mau berkunjung kembali ke Kota Semarang.

“Kami selalu memberi ruang (lokasi PKL berjualan), tetapi harus mengikuti aturan-aturan yang ada. Tentunya kami mendukung pelaku usaha, tapi kotanya juga harus indah, bersih dan nyaman. Kami mohon sekali lagi untuk terus jaga kebersihan, jaga kenyamanan. Kalau kota kita bersih, nyaman, bisa menjaga semuanya tentu akan membuat wisatawan datang kembali ke sini,” tutur Mbak Ita usai menghadiri Halal Bihalal PPKL Stadion Diponegoro, Minggu (21/5).

Baca Juga: Empat Hari Konser Spesial Saloka Fest 2023, Shaggydog hingga Dewa 19 Siap Hibur Pengunjung

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali kota Semarang tersebut turut mengapresiasi perkembangan para PKL terkhusus di sekitaran Stadion Diponegoro. Menurutnya, perekonomian di sekitaran lokasi PKL berjualan tersebut sudah berjalan dengan baik dan berkembang.

“Saya mengapresiasi PKL di sini sangat berkembang, tetapi juga mohon pengertiannya karena sudah diberi ruang, diberi tempat, juga harus menyesuaikan apa yang sudah jadi aturan di sini. Kalau memang sampai jam 10, ya harus sampai jam 10. Karena pasti pengguna fasilitas jalan melewati tempat-tempat ini. Tetapi tentunya kami mengapresiasi bahwa perekonomian di sini berjalan dengan baik dan berkembang,” ujarnya.

Mbak Ita juga menekankan bahwas aturan apapun yang pemerintah kota Semarang buat, hal tersebut tidak akan terlepas dari tujuan untuk mensejahterakan masyarakat kota Semarang. “Masyarakat sekarang sangat peka, jelek sedikit pasti jadi viral ataupun ada masukan-masukan kepada pemerintah. Jadi kita berharap taati dan patuhi, sehingga kita bisa bersinergi. Karena apapun, intinya pemerintah mendorong masyarakat sejahtera tetapi harus saling berkolaborasi,” pungkasnya. St

Written by Jatengdaily.com

Empat Hari Konser Spesial Saloka Fest 2023, Shaggydog hingga Dewa 19 Siap Hibur Pengunjung

Penutup Resepsi HUT ke-476 Kota Semarang, Konser Slank Obati Kerinduan Slanker