in

Amankan Idul Fitri di Demak, 530 Personel Gabungan Disiapkan

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono secara simbolis memasangkan pita biru pada perwakilan personel Dinas Perhubungan, menandai dimulainya Operasi Ketupat Candi 2023 yang diagendakan pada 18 April - 1 Mei di wilayah hukum Polres Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sebanyak 530 personel gabungan di bawah koordinasi Polres Demak siap amankan Idul Fitri 1444 H di Kota Wali. Selain disiagakan di enam pos pengamanan lebaran, sebagian standby di Mapolres Demak, mengantisipasi ketika ada yang membutuhkan back up.

Di sela kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023 dan pemusnahan barang bukti Operasi Pekat berupa minuman keras, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menyampaikan, gelar pasukan operasi ketupat candi dimaksudkan mengecek kesiapan pengamanan Idul Fitri 1444 H. Baik kaitannya kelancaran dan keamanan lalulintas mudik, maupun perayaan Idul Fitri.

“Kami menerjunkan 530 personel gabungan untuk pengamanan Idul Fitri tahun 2023 ini. Terdiri dari 320 anggota Polri, 60 personel TNI, serta 150 orang sisanya dari Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka serta mitra kamtibmas lainnya,” kata kapolres, Senin (17/4/2023).

Mengenai arus mudik, Kapolres menyampaikan ada beberapa titik rawan kemacetan yang telah diantisipasi dengan menempatkan tim urai. Di samping penerapan rekayasa lalulintas.

Titik-titik rawan kemacetan dimaksud adalah jalur pantura Sayung, tepatnya depan pabrik Varia Usaha Beton, yang berpotensi terjadi antrean kendaraan karena genangan rob. Di samping juga karena antrean di pintu exit tol, sehubungan pengetapan kartu tol yang butuh waktu sekian detik.

Selain itu exit tol Kadilangu, yang berpotensi terjadi crowded pula karena adanya crossing arus menuju Demak dan Kudus. “Sehubungan itu selain memberlakukan contra flow dan buka tutup untuk masalah rob, disiapkan pula mobil patwal siap urai untuk mengantisipasi penumpukan di exit tol,” kata kapolres.

Sedangkan mengenai jalur alternatif Onggorawe – Mranggen serta Buyaran – Guntur – Karangawen, menurut kapolres, disediakan armada patroli backbone Polsek. Dengan dukungan sistem rayonisasi Polsek terdekat. Sebab jika terjadi kerawanan, polisi harus hadir di tengah masyarakat.

Proses pemusnahan barang bukti minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat menjelang Ramadhan 2023. Foto: rie

Di sisi lain, sebanyak 5.139 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan ukuran hasil Operasi Pekat selama menjelang Ramadhan dimusnahkan. Barang bukti yang terdiri 3.077 botol miras pabrikan dan 2.062 botol oplosan itu disita Polres Demak dan jajaran Polsek dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah, sekaligus memberikan kenyamanan masyarakat khususnya umat muslim selama menjalankan ibadah Ramadhan.

“Seperti diketahui, banyak perbuatan kriminal, termasuk perkelahian antar kelompok atau tawuran dipicu oleh minuman beralkohol. Termasuk kejadian pembunuhan di tempat karaoke belum lama ini, diperparah adanya konsumsi miras,” ungkap kapolres.

Maka itu lah operasi pekat diintensifkan selama Ramadhan, dengan target minuman keras juga petasan. Tentunya demi terciptanya suasana kamtibmas yang kondusif di Kota Wali. Utamanya selama Ramadhan dan menyambut Idul Fitri. rie-yds

Written by Jatengdaily.com

SBI Dukung Mudik Gratis, Mudik Aman dan Berkesan

Pertahankan Kepemimpinan Pasar dan Kinerja Solid, SIG Bagikan Dividen Rp1,65 Triliun