By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Berjilbab atau Tidak adalah Pilihan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berjilbab atau Tidak adalah Pilihan

Last updated: 3 Agustus 2023 18:52 18:52
Jatengdaily.com
Published: 3 Agustus 2023 18:52
Share
Moderator diskusi Maya Dewi menyerahkan cendera mata dan piagam penghargaan untuk Prof. Dr. Sumanto Al-Qurtuby. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Berjilbab, bercadar, atau membiarkan rambut kelihatan, bagi perempuan Islam adalah pilihan dan hak. Yang menjadi persoalan kalau perempuan berjilbab mengklaim paling benar dan menyalahkan mereka yang tampak rambutnya. Begitu juga sebaliknya.

Hal itu dikemukakan oleh pengajar antropologi kebudayaan di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dahran, Arab Saudi Prof. Dr. Sumanto Al-Qurtuby dalam Community Talk tentang Islam Indonesia dan Arab Saudi Berbasis Kearifan Lokal di Hotel Grand Candi, Semarang, belum lama ini. Kegiatan diselenggarakan Komunitas Diajeng Semarang.

Sumanto Al-Qurtuby dalam diskusi yang dipandu Maya Dewi itu menekankan pentingnya kita saling menghormati berbagai perbedaan di sekitar kita. Bukan justru memusuhi atau antipati.

“Tidak perlu saling menghakimi atau memandang yang lain lebih buruk dari kita. Yang berjilbab tidak perlu menganggap negatif perempuan yang tidak berjilbab. Sedangkan yang tidak berjilbab tidak merundung perempuan yang berjilbab,” ujarnya.

Sumanto menunjukkan, di Arab Saudi sendiri telah terjadi perubahan sosial kultural yang besar, di mana perempuan lebih bebas mendapat kesempatan pendidikan dan bekerja di sektor publik. Begitu juga gaya berpakaian mereka. Wajah keagamaan juga menjadi lebih modern, moderat, dan toleran.

Perubahan sosial kultural yang terjadi di Arab Saudi itu, kata Sumanto, justru kontras dengan fenomena di Indonesia saat ini. Sebagian kaum muslimin kita justru makin klasik, ingin menjadi bagian dari budaya Arab.

Hadir dalam diskusi santai dan hangat itu sejumlah tokoh lintas agama, seperti Ketua Gerakan Perempuan Lintas Iman (Garputala) Jawa Tengah Marcia Hiariej, Ketua Persaudaraan Lintas Iman (Pelita) Jawa Tengah Setiawan Budy, juga Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie, dan puluhan aktivis serta peminat isu-isu keagamaan dan kebudayaan. St

You Might Also Like

Covid-19 Menggila, Ibu Hamil, Balita dan Anak akan Segera Divaksin
Poltekpar Solo Raya Siapkan Lulusan SDM Unggul Pariwisata
Orleans Masters 2021, Zacha/Bela Juga Terhenti di Semifinal
Gali Potensi Bisnis Data Center untuk Transformasi Digital, Telkom Data Ekosistem Gelar NeutraDC Summit 2023
Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru, SIG Salurkan Bantuan Senilai Rp 100 Juta
TAGGED:BerjilbabKomunitas Diajeng Semarang.Tidak berjilbab adalah Pilihan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?