DEMAK (Jatengdaily) – Kabupaten Demak mendukung gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Sesuai kurikulum merdeka belajar episode ke-24, PAUD adalah masanya bermain. Begitu pun PPDB SD tak boleh ada tes membaca menulis dan berhitung alias calistung.
Hal tersebut terungkap pada kunjungan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Demak Hj Khadijah Ali Makhsun dan Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Hj Nuraini Akhmad Sugiharto di SD Negeri Bintoro 5 Demak, Kamis (07/09/2023). Dalam rangka melihat langsung kegiatan belajar di kelas I, yang sesuai ketentuan Kemendikbud mestinya masih dalam suasana bermain yang menyenangkan.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Demak Hj Noor Sulistyowati. Serta Kabid PNF Dindikbud Kabupaten Demak Dwi Isnaeni Saparyanti. Bertempat di ruang Kelas I B, tetamu diterima langsung Kepala SD Negeri Bintoro 5 Demak H Kingkin Purwoko, didampingi Guru Kelas IB Durrotun Nashihah.
Tak hanya melakukan kunjungan, kesempatan tersebut juga diisi dialog ringan antara Bunda PAUD dan Ketua GOPTKI Kabupaten Demak tersebut dengan siswa-siswi kelas IB. Dengan kepolosan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kedua Bunda, bahwa mereka senang belajar di kelas I SD.
Bahkan anak-anak pun berebut mengacungkan jari, ketika diminta memperkenalkan diri. Termasuk saat kompak melafalkan sila-sila Pancasila.
Dikonfirmasi mengenai kunjungan ke SD Negeri Bintoro 5 Demak tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Demak Hj Khadijah menyampaikan, dalam rangka mensukseskan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, episode ke-24 Kurikulum Merdeka Belajar. Apresiasi pun diberikan, seiring dilihatnya kondisi anak-anak yang belajar dengan hati senang gembira.
“Alhamdulillah di sekolah ini telah menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Transisinya bagus. Anak-anak terlihat gembira mengikuti pelajaran. Sebab inti dari kebijakan ‘transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah tidak adanya paksaan dalam belajar,” ujar istri Wabup KH Ali Makhsun itu.
Hal sama disampaikan Ketua GOPTKI Kabupaten Demak Hj Nuraini Akhmad Sugiharto. Bahkan belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pun tidak boleh dipaksakan. Anak hendaknya bisa calistung secara alami. Sehingga saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD, tidak dibolehkan adanya tes calistung.
“Masa transisi dari PAUD ke SD sesuai imbauan Kemendikbud harus benar-benar ditindaklanjuti. Termasuk melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), sebagai masa anak-anak tersebut beradaptasi di lingkungan atau jenjang sekolah baru,” tutur istri Sekda Demak tersebut.
Sehubungan itu Korwil Dindikbud Kecamatan Demak Hj Noor Sulistyowati berkomitmen, meniadakan tes calistung pada PPDB SD, di samping mengagendakan studi tiru bagi guru kelas l SD ke PAUD dalam waktu dekat. Dimaksudkan agar guru-guru kelas l bisa mengadaptasi cara pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan berhasil optimal.
Di sisi lain Kepala SD Negeri Bintoro 5 Demak H Kingkin Purwoko mengaku bangga sekolahnya dipilih sebagai percontohan penerapan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. “MPLS pun telah diterapkan selama dua minggu pertama masa sekolah, sehingga anak-anak merasa nyaman di sekolah baru. Semoga kedepan semakin baik lagi,” pungkasnya. * rie-St


