By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Esthi Luncurkan Buku Kumpulan Puisi
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Esthi Luncurkan Buku Kumpulan Puisi

Last updated: 4 Mei 2023 07:46 07:46
Jatengdaily.com
Published: 4 Mei 2023 07:46
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ketua Bidang Nonfiksi Satupena Jawa Tengah Dra Esthi Susanti Hudiono MSi akan meluncurkan buku kumpulan puisinya di Galeri Industri Kreatif, Jalan Garuda 1, Kota Lama, Semarang, Sabtu, 6 Mei 2023. Buku kumpulan puisi itu berjudul “Merayakan Perjumpaan dengan Sang Ada”.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Dr Endang Sarwiningsih Setyawulan SE MM Ak mengatakan, peluncuran buku kumpulan Esthi itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pameran Literasi dan Kearsipan. Selain peluncuran dan pembacaan buku puisi, juga ada performing art, sosialisasi metaverse dan penangkalan hoaks.

“Sosialisasi metaverse akan disampaikan tim dari Universitas Katolik Soegijapranata. Sosialisasi penangkalan hoaks oleh Gunawan Permadi dari Suara Merdeka. Sedangkan performing art oleh Lissari Anggraeni dari Ekokraf,” katanya.

Esthi ketika menjelaskan proses kreatif puisi-puisinya mengatakan, peluncuran buku kumpulan puisinya yang didukung Satupena Jawa Tengah, Bengkel Sastra Taman Maluku, Komunitas Cipta Damai, dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, mengambil momen ulang tahunnya ke-64 yang sering disebut sebagai tumbuk ageng.

“Tumbuk ageng saya adalah momen kesadaran terpenting. Momen remajaku muncul berupa mantera tentang tanggung jawab 100 persen hidupku di tangan. Mantera ini telah menjadi kenyataan dan telah saya tunaikan dengan lunas. Saya telah mempertanggungjawabkan hidup dengan tidak salahkan siapapun. Sikap dan perilaku yang saya pilih adalah tanggung jawab saya,” ujarnya.

Menurut Esthi, periode titik balik di mana ia berada di puncak pada usia 64 tahun juga melahirkan kesadaran tinggi. Kini ia tak lagi terikat pada dunia fana dan bukan lagi milik dunia. Ia merasa terikat pada hukum spiritual. Hidup di dunia fana tetapi hatinya terikat di dunia baka.

Esthi menuturkan, masa remajanya dilalui dengan hati merasa sepi dan terasing. Rasa keterasingan yang begitu lama hidup dalam diri. Ketika ia telah selesai dengan urusan dirinya. Keterasingan itu tersingkap dengan banyak kawan menyambut.

“Pada saat saya bukan lagi milik yang fana, justru saya masuk ke dalam keramaian untuk memberikan nilai-nilai yang mendukung peradaban. Hal ini mendorong kelahiran puisi-puisi saya,” tambahnya. St

You Might Also Like

Mbak Ita Panen Kelengkeng Hawai, Kulit Putih, Buah Unik dan Manis, Cocok Dikembangkan di Semarang
Ratusan Atlit Tenis Ikuti Kejuaraan Nasional Tenis Executive Games LDII 2025
Menkeu Pastikan Utang RI di IMF sudah Lunas
Tiga Mahasiswa Untag Semarang Masuk Tim Utama Voli Bhayangkara, Sabet Juara Dunia di Amerika
Dorong Perubahan Paradigma, Kemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen
TAGGED:Buku Kumpulan Puisikadis arsip kota semarangPeluncuran buku kumpulan puisi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?