DEMAK (Jatengdaily.com) – Grebeg Besar Demak tahun 2023 kembali mencatatkan rekor MURI, Kamis (29/06/2023). Jika tahun 2022 lalu momen peringatan Idul Adha di Kota Wali ditetapkan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengguna delman terbanyak (138 unit) dan dua kereta kencana, pada tahun ini rekor yang dipecahkan adalah penyajian Jamu Coro dan Sego Padhetan terbanyak.
Piagam pemecahan rekor nasional ke-11.035 dan 11.036 atas penyajian Jamu Coro dan Sego Padhetan masing-masing sebanyak 1444 porsi diserahkan oleh Sri Widayati dari MURI. Piagam diterima Bupati Eisti’anah dan Wabup KH Ali Makhsun usai prosesi jamasan pusaka Sunan Kalijaga di Kadilangu.
Bupati Demak dr Hj Eisti’anah didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Demak Endah Cahya Rini menyampaikan, pemilihan Jamu Coro dan Sego Padhetan untuk dicatatkan ke MURI sehubungan upaya pelestarian hidangan khas Kabupaten Demak itu. Sekaligus agar kedua hidangan tersebut semakin dikenal di kancah nasional bahkan internasional.
Pencatatan rekor MURI ini juga bagian dari smart branding dari Program Kabupaten Demak Smart City, setelah sukses tahun sebelumnya dengan program Tembiring Creative Fun (TCF). Sedangkan jumlah 1.444 porsi untuk Jamu Coro maupun Sego Padhetan menyesuaikan tahun peringatan Idul Adha yakni 1444 hijriyah.
Untuk diketahui, Jamu Coro adalah minuman tradisional khas Demak yang terbuat dari campuran aneka rempah, santan, dan gula jawa. Karena keberadaan aneka rempah itu lah, Jamu Coro sifatnya menghangatkan.
Sedangkan Sego Padhetan merupakan menu hidangan khas pesisir Karangtengah dan Wedung Demak, yang terdiri dari nasi dan lauk berupa ikan bandeng yang diolah dengan parutan kelapa dan aneka rempah pula. Hidangan unik, yang hanya dihidangkan ketika ada acara tertentu. Termasuk sebagai suguhan untuk menyambut tetamu.
Di sisi lain, Sri Widayati menuturkan, sebanyak 1444 porsi Jamu Coro dan Sego Padhetan ini merupakan pencatatan penyajian makanan dan minuman khas / tradisional terbanyak saat ini. “Bahkan tidak hanya memecahkan rekor nasional, namun sekaligus juga rekor dunia,” ujarnya.
MURI mengapresiasi pula kreativitas pemerintah Kabupaten Demak dalam menggali potensi lokal sehingga dapat lebih dikenal di kancah nasional bahkan internasional. Termasuk mencatatkannya di MURI agar menjadi goresan sejarah yang tak terlupa bagi publik. rie-St


