By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hidupkan Cerpen dengan Imajinasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hidupkan Cerpen dengan Imajinasi

Last updated: 12 April 2023 08:19 08:19
Jatengdaily.com
Published: 12 April 2023 08:19
Share
Koordinator Satupena Kabupaten Semarang Tirta Nursari. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Bagaimanakah cara membuat tulisan cerita pendek yang formal, kaku, menjadi lebih luwes? Pertanyaan ini dikemukakan oleh Koordinator Satupena Kabupaten Semarang Tirta Nursari kepada para peserta Webinar Kelas Menulis Cerpen yang diselenggarakan Yayasan Peneleh, Malang. Kegiatan yang diselenggarakan sejak tanggal 8 s.d. 15 April 2023 itu dikhususkan bagi para perempuan, baik ibu rumah tangga, karier, mahasiswi, maupun aktivis.

Tirta melemparkan pertanyaan itu untuk memancing suasana pelatihan penulisan cerita pendek yang dipandu Nensy Setyaningrum tersebut. Setelah cerita pendek ditulis janganlah langsung dikirim ke media massa untuk diterbitkan. Kita perlu mengendapkannya dulu, kita beri warna dengan bermain-main perasaan.

“Selain itu, cerita pendek tersebut harus kita hidupkan dengan imajinasi. Manfaatkanlah majas, tesaurus, dan bermainlah dengan kata-kata,” tandasnya sambil menambahkan, kita perlu juga membaca cerita pendek tersebut dengan suara keras dan intonasi serta artikulasi yang benar, sehingga kita bisa merasakan apakah tulisan kita sudah enak dibaca dan dinikmati atau belum.

Sebelumnya Tirta mengungkapkan tentang siapa yang bisa menjadi obyek penulisan cerita pendek. Ia mengatakan, bisa diri sendiri, tokoh atau orang lain, maupun tokoh rekaan atau fiktif. Bisa ditulis dalam konsep cerita fabel, misalnya.

Sedangkan kiat menciptakan dan membangun feel saat menulis cerpen, Tirta mengingatkan agar calon penulis atau penulis pemula memaksimalkan fungsi pancaindera. Selain itu, gunakanlah perasaan, emosi, dan imajinasi, sehingga cerpen kita menjadi menarik.

Kelas Menulis Cerpen ini dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini 21 April. Para peserta diharapkan menulis cerpen dengan tema perjuangan kaum perempuan. Selain mendapatkan sertifikat, karya-karya cerpen peserta akan diterbitkan menjadi E-book ber-ISBN. Satupena Jawa Tengah menjadi salah satu media partner dalam kegiatan ini.St

You Might Also Like

Danone Space Jakarta, Smart Office yang Jadi Kantor Pusat Baru
Kiai Diajak Aktif Berdakwah di Medsos, MUI Grobogan Gelar FGD Membangun Ruang Digital Beradab
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Tegaskan Pemkot Semarang Hadir Dampingi Anak Muda Tata Masa Depan
APBD Perubahan Jateng 2025 Diketok, Fokus Layanan Dasar dan Infrastruktur
STPI – SPSI Rekrut Anggota Pekerja Kampung Bahari Tambaklorok
TAGGED:dengan ImajinasiHidupkan CerpenTirta Nursari
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?