By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jaring Perangkap Ikan Diduga Ikut Hambat Surutnya Banjir di Demak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jaring Perangkap Ikan Diduga Ikut Hambat Surutnya Banjir di Demak

Last updated: 5 Januari 2023 19:40 19:40
Jatengdaily.com
Published: 5 Januari 2023 19:40
Share
Personel Pos TNI AL Demak, Satpolair Polres Demak, Babinsa Tugu serta masyarakat Desa Tugu dan Surodadi Sayung mengikuti apel pengarahan oleh Kasatpolair Iptu Sulkan dan Komandan Pos TNI AL Demak Peltu Zainuddin, sebelum membersihkan plompat di aliran Sungai Mantri. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sebagian wilayah Demak hingga kini masih terendam banjir. Salah satu penyebab sulitnya air surut karena aliran pembuangan yang tersumbat dan sedimentasi parah di sejumlah sungai.

Air semakin sulit surut diduga juga karena banyaknya plompat atau jaring perangkap ikan di sungai-sungai. Plompat tersebut mengakibatkan sampah terperangkap dan menghambat aliran air sungai ke laut.

Pihak jajaran Pos TNI AL (Posal) Demak, bersama Satpolair Polres Demak dan Babinsa Desa Tugu mendampingi masyarakat Desa Tugu dan Surodadi Kecamatan Sayung pun akhirnya melakukan pembongkaran sejumlah plompat di sepanjang Sungai Mantri. Pos TNI AL (Posal) Demak adalah jajaran pos TNI AL di bawah pangkalan TNI AL ( Lanal ) Semarang yang berada di Kabupaten Demak.

“Karena keberadaan plompat ini, disinyalir aliran air menuju muara laut terhambat. Terlebih ketika banyak sampah tersangkut. Sehingga menjadikan pula genangan banjir di pemukiman warga turut lambat surutnya,” ujar Komandan Pos TNI AL Demak Peltu Zainuddin, di sela kegiatan pembongkaran plompat yang telah disepakati kedua pemerintahan desa, Tugu dan Surodadi.

Di sepanjang kurang lebih 3 kilometer Sungai Mantri itu terdapat 7-10 plompat. Plompat adalah sejenis jaring penangkap ikan yang dipasang sedemikian rupa menggunakan bambu di tengah aliran sungai.

Menurut keterangan warga, dengan memasang plompat di aliran sungai yang memiliki lebar antara 7-8 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter tersebut, mereka dapat menjaring beberapa jenis ikan juga kepiting. Meski tak seberapa, namun dari hasil tangkapan itu, cukup untuk menghidupi keluarga.

Pembongkaran plompat, lanjut Zainuddin, atas kesepakatan kedua pemerintahan desa. Personel Pos TNI AL Demak maupun Satpolair Polres Demak yang dipimpin Iptu Sulkan sifatnya mendampingi, agar pembongkaran berlangsung kondusif.

Kabar baiknya, sejak dilakukan penyisiran Sungai Mantri di Dukuh Ganem Desa Tugu dan dibersihkan dari adanya plompat, banjir yang beberapa hari sebelumnya tak kunjung surut langsung menghilang. Karenanya Kepada Desa Tugu Hartono pun menyampaikan terimakasih kepada Pos TNI AL Demak dan Satpolair Polres Demak, yang telah membantu penertiban plompat di Sungai Mantri hingga berimbas surutnya banjir. rie-yds

You Might Also Like

Muhammadiyah dan Danone Indonesia Konsen Atasi Perubahan Iklim
Jagoan, Tim U-19 Indonesia Menang Telak dari Filipina dengan Skor 6-0
Semen Gresik Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik dalam Peningkatan SDM Wartawan Se-Jawa Tengah
PSIS Disingkirkan PSM; Kalah Adu Penalti, Pelatih Akui Kurang Beruntung
YPI Nasima Lantik Eni Setyaningsih Kepala SMA, TY Rahardja Kepala SD
TAGGED:banjir demakjaring ikanplompat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?