By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kampung Melayu Semarang akan Ditata dan Dikembangkan jadi Objek Wisata
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kampung Melayu Semarang akan Ditata dan Dikembangkan jadi Objek Wisata

Last updated: 16 Januari 2023 06:41 06:41
Jatengdaily.com
Published: 16 Januari 2023 06:41
Share
Mbak Ita saat menghadiri Kirab budaya dan Pengukuhan Pokdarwis Kampung Melayu. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pelaksana tugas wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa Kampung Melayu merupakan salah satu kawasan yang mendapat perhatian dari Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Karena itulah, pihaknya berharap, hal tersebut akan mampu meningkatkan antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap tata kelola pariwisata di Kampung Melayu.

Perempuan yang akrab disapa Ita itu pun menginginkan supaya eksistensi Kampung Melayu tidak berjalan sendiri tapi harus menjadi satu kesatuan dengan kawasan Semarang lama lainnya yaitu kawasan Kauman, Pecinan, dan Kota Lama. Pihaknya akan menyusun kajian yang dapat mensinkronkan agenda pariwisata di empat kawasan tersebut agar menjadi suatu atraksi kolaborasi.

“Jadi ini masih tahap yang pertama. Selanjutnya akan ada revitalisasi. Kemarin dari ahli-ahli cagar budaya sampai ke ahli-ahli arsitektur menyampaikan kalau tidak menormalisasi tapi restorasi kali Semarang. Sehingga nanti kita kembalikan. Jadi bapak ibu jangan khawatir, Insya Allah tahun depan, kita akan lebih baguskan lagi,” tutur Ita, Minggu (15/1).

“Kami sedang minta Dinas Tata Ruang atau Distaru untuk melakukan penyusunan DED untuk nanti ada restorasi Masjid Menara Layur. Kita harapkan ini menjadi satu jujugan karena merupakan sejarah. Masjid pertama di kota Semarang ini ya Masjid Menara Layur. Kami lihat gambaran utuhnya lewat kajian Disbudpar karena ini kan ada sejarah, ada story telling-nya sehingga diharapkan menjadi daya tarik kawasan ini,” imbuh Ita saat menghadiri Kirab budaya dan Pengukuhan Pokdarwis Kampung Melayu.

Apa yang diupayakan Pemerintah kota Semarang tersebut merupakan komitmen untuk mendorong masyarakat bergerak bersama mengupayakan pengembangan potensi wisata di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Termasuk salah satunya dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kampung Melayu.

“Hari ini adalah hari yang istimewa, di Kampung Melayu ini sudah Darwis atau sadar wisata. Kampung Melayu juga sudah jadi (proyek) revitalisasi yang dibantu oleh Kementerian PUPR. Tidak hanya Kota Lama saja tapi juga Kampung Melayu dan Kauman. Ini merupakan satu kawasan yang mesti dilestarikan,” pungkas Ita. st

You Might Also Like

RSI Sultan Agung Kembangkan AI Bidang Kesehatan dengan Korsel melalui IKOBIN
Manajemen Menilai Fisik Pemain PSIS Kurang Maksimal
Polsek Mojolaban Bersama SAR Cari Warga Gadingan Yang Diduga Nekat Menceburkan Diri ke Bengawan Solo
Anggaran Pengadaan Petugas Pengawas Pajak Diusulkan ke DPRD
KSM dan MYRES Nasional 2024 Berakhir, Kontingen Jateng Raih 3 Emas, 1 Perak dan 9 Perunggu
TAGGED:ditata dan direvitalisasikampung mlayu semarangpotensi pengembangan wisatasinkronisasi dengan kota lama
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?