Mahasiswa Unnes Sosialisasi Pengelolaan Sampah; Pulasari Beraksi, Sampah Teratasi

Mahasiswa KKN Unnes Giat 5 melakukan sosialisasi pengelolaan sampah di di Desa Suru, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Foto:dok
PEMALANG (Jatengdaily.com) – Berperan sebagai pelopor gerakan masyarakat merupakan implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Bersama program UNNES GIAT 5 yang diselenggarakan oleh Pusbang KKN LPPM UNNES, mahasiswa yang bermitra di Desa Suru, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang melakukan observasi keadaan lingkungan sekitar.
Berdasarkan hasil observasi, diperoleh fakta bahwa daerah sekitar posko GIAT 5 terdapat permasalahan berupa kurangnya pengelolaan sampah, terutama sampah anorganik. Terdapat beberapa faktor penyebab kurangnya pengelolaan sampah, yaitu minimnya tempat pembuangan akhir dan kurangnya kesadaran terhadap sampah.
Di Dusun Pulasari sendiri masih ditemukan warga yang berpegang teguh pada pembuangan sampah sembarang, misalnya di pinggir lapangan ataupun selokan. Beranjak dari permasalahan tersebut, maka mahasiswa UNNES GIAT 5 menggerakkan diri sebagai pelopor pengelolaan sampah di Dusun Pulasari. Hal ini sejalan dengan jargon UNNES GIAT, yaitu “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”.
Jargon ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar. Langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini terbagi menjadi dua, yaitu sosialisasi sampah sekaligus musyawarah terkait kesepakatan pengelolaan sampah bersama warga Dusun Pulasari dan realisasi terkait hasil yang telah disepakati.
Kegiatan yang dilakukan di Sanggar Seni Karya Laras pada tanggal 17 Juli 2023 ini, berperan sebagai wadah dalam bertukar pikiran bersama warga setempat terkait pandangan terhadap sampah serta musyawarah mengambil keputusan forum tentang bagaimana pengelolaan sampah yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan musyawarah yang mencerminkan pengamalan sila ke-4 Pancasila ini diperoleh hasil bahwa dalam pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri dengan pelopor sementara berasal dari mahasiswa. Konsep realisasi pengelolaan sampah adalah sebagai berikut:
- Setiap rumah bersedia memilah antara sampah organik dan anorganik
- Sampah organik seperti sampah dapur diolah menjadi pupuk kompos secara mandiri
- Sampah anorganik, seperti plastik dan kardus dikepul menjadi satu di satu tempat dan diambil mahasiswa sebagai perantara kepada pengepul rongsokan sebanyak 2 kali seminggu
Program realisasi pengelolaan sampah juga dilakukan secara door to door di rumah warga pada tanggal 23 Juli 2023 bersama perangkat dusun. Hal ini dilakukan guna memperjelas informasi sekaligus pengambilan sampah di pinggir jalan selama kegiatan door to door. Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga setempat, terbukti adanya realisasi seperti pembuatan blumbangan dan tempat sampah. Penulis , Shinsya Arika Sukma, mahasiswa Unnes. St