in

Mbak Ita dan USM Komitmen Turunkan Angka Pengangguran di Kota Semarang

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita memukul gong menandai pembukaan Semarang Job Fair di balaikota Semarang, Jumat (17/3). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menginginkan rangkaian acara Hari Jadi Kota Semarang ke-476 tidak hanya acara-acara pesta, Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pun menggelar kegiatan yang sifatnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya berupa Semarang Job Fair sebagai upaya pihaknya untuk menurunkan angka pengangguran di Kota Semarang.

“Tentu, rangkaian hari jadi jangan hanya ibaratnya pesta-pesta, senang-senang saja. Tetapi, bagaimana kita juga memberi satu pelayanan kepada masyarakat, salah satu yang memang menjadi konsen adalah terkait tingkat pengangguran terbuka. Dan saat ini ada sekitar angka presentasi 7,9 persen, memang sudah turun dari tahun 2021 dari sekitar 9,6 persen. Tetapi ini masih di atas rata-rata nasional maupun provinsi,” terang Mbak Ita, sapaan akrab wali kota di Balaikota Semarang, Jumat (17/3).

Acara Semarang Job Fair yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang berkolaborasi dengan USM (Universitas Semarang), diikuti oleh 43 perusahaan dengan 2.803 lowongan kerja. Tujuan acara itu sendiri adalah untuk memberikan informasi lowongan pekerjaan kepada para pencari kerja sekaligus memberi semangat kepada mereka untuk terus berjuang.

“Kita bagaimana sekarang ini memberi informasi terkait lowongan pekerjaan, dan yang kedua adalah memberikan semangat agar generasi muda tetap fight, rasa fighting juga harus dibangun. Maka kita harus bergerak bersama, tidak hanya Pemerintah Kota Semarang, tapi juga dari perguruan tinggi maupun perusahaan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Sutrisno menyatakan bahwa mental kerja para pelamar kerja banyak yang belum siap. Dirinya berharap kepada perguruan tinggi maupun sekolah SMK untuk menyiapkan mental kerja terhadap anak didiknya.
“Lowongan kerja banyak, tetapi ketika melihat kontrak kerja pada saat seleksi akhir jadi sedikit. Ternyata mental kerja teman-teman di Kota Semarang, belum siap. Kami berharap pada perguruan tinggi, sekolah SMK untuk menanamkan kepada teman-teman semua mental kerja itu,” tegasnya.

Bagus, salah seorang pelamar kerja dari kelurahan Wonodri menginginkan acara jobfair bisa digelar lebih sering. Menurutnya, acara ini sangat memudahkan para pelamar pekerjaan karena lebih terpusat. “Sangat bagus, mungkin bisa lebih sering karena memudahkan para pencari kerja karena terpusat. Enak, luas juga tempatnya dan juga lebih terintegrasi,” pungkasnya.St

Written by Jatengdaily.com

USM Gandeng Disnaker Kota Semarang Gelar Job Fair 2023

100 Persen Kompeten, Atal Sebut UKW Joglosemar Luar Biasa