By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mbak Ita Optimistis Ketersediaan Air Bersih Tercukupi hingga Akhir Desember
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mbak Ita Optimistis Ketersediaan Air Bersih Tercukupi hingga Akhir Desember

Last updated: 15 September 2023 06:32 06:32
Jatengdaily.com
Published: 15 September 2023 06:32
Share
Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu optimis jika ketersediaan air bersih di Kota Semarang tercukupi hingga akhir Desember 2023. Foto:dok
SHARE

 

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu optimis jika ketersediaan air bersih di Kota Semarang tercukupi hingga akhir Desember 2023. Kapasitas suplai air bersih dari berbagai sumber, baik PDAM, Pamsimas maupun Non Pamsimas telah menjangkau 1.785.640 juta jiwa.

“Dari hasil kesimpulan teman-teman PDAM, Insha Allah hingga Desember masih terpenuhi. Sebenarnya kalau penyambungan-penyambungan (PDAM) ini bisa masuk ke wilayah itu tidak akan kekurangan. Cuma terjadi penolakan oleh warga. Sekarang ini warga hanya memakai sumur dan pipa artetis,” terang mbak Ita, sapaan akrab wali kota, Kamis (14/9).

Menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya paham mengenai hal tersebut sehingga dibutuhkan sosialisasi lebih lanjut. Dirinya pun mengimbau kepada para camat dan lurah untuk aktif mengkomunikasikan hal ini dengan warganya di wilayah masing-masing.

Berbagai program dan upaya peningkatan suplai air bersih terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang melalui PDAM dan berbagai pihak mulai dari Proyek KPBU SPAM Semarang Barat yang berkapasitas 1.000 lt/dt dengan anggaran 1,02 T, SPAM Pudak Payung berkapasitas 100 lt/dt senilai 63,5 M, SPAM Jragung berkapasitas 500 lt/det serta peningkatan kapasitas IPA Kaligarang dari 1.150 menjadi 1.300 lt/ detik dengan anggaran 50,9 M dan peningkatan kapasitas IPA Kudu dari 1.250 menjadi 1.800 lt/dt dengan anggaran 93.8 M. Hingga saat ini, SPAM Semarang Barat juga telah mencapai 22.000 SR dari target total 60.000 SR yang diprediksi rampung pada 2025.

Selain itu, Pemasangan Jaringan Perpipaan pada Wilayah Brown Field (PDAM) dan program Pengalihan Aliran (switching) dari lingkup Proyek SPAM Semarang Barat keluar lingkup Proyek SPAM Semarang Barat juga dilakukan dengan estimasi penyerapan 20.136 Sambungan Rumah (SR). Kota Semarang juga terpilih menyisihkan 24 kota lain sebagai Pilot City dalam program Smart Water Cities.

Smart Water Cities Project diselenggarakan atas kolaborasi dari International Water Resources Association (IWRA), Korea Water Resources Corporation (K-water), dan Asia Water Council (AWC). Proyek ini bertujuan untuk membangun kerja sama antara pihak (Pemerintah, Korea Water, AWC, IWRA), melaksanakan evaluasi percontohan terhadap sistem pengelolaan sumber daya air perkotaan di Kota Semarang. Tak hanya itu, setiap tahunnya dilakukan pula pembangunan melalui program PAMSIMAS, SPAM BM, KOTAKU yang menggunakan dana APBN, APBD Provinsi dan APBD kota.

Komitmen Perumda Air Minum Tirta Moedal dalam penanganan dampak El Nino juga dilakukan dengan pelayanan mobil tangki untuk wilayah kekeringan, call centre pengaduan termasuk kekeringan dan optimalisasi instalasi produksi. Pemerintah Kota Semarang juga mendorong strategi penanganan kedaruratan oleh masyarakat dengan pemanenan air hujan (Rain Water Harvesting) serta pembuatan biopori serta sumur resapan.

Upaya pemanenan atau penampungan air hujan untuk pemanfaatan aktivitas manusia merupakan upaya konservasi air sehingga mengurangi pemakaian air bersih. Pemanenan air hujan secara berkesinambungan juga dipercaya dapat membantu memelihara keberlanjutan air dan keberlanjutan lingkungan. Tercatat hingga saat ini 76 lokasi sumur resapan dan 7.760 titik biopori tersebar di berbagai wilayah se-Kota Semarang.St

You Might Also Like

Perlu Ada Sosialisasi Pemilu untuk Seniman
Disusupi Konten Judi, Kemkomdigi Blokir Situs Lama PeduliLindungi.id
PCNU Gelar Tasyakuran Harlah Ke-94 di Mabes NU
Dinkes Targetkan 2024 Program Penyebaran Nyamuk Wolbachia Sasar Seluruh Wilayah Kota Semarang
Mudik Gratis Motor Naik Kereta Api Syaratkan STNK dan KTP Harus Sesuai
TAGGED:di Kota Semarang TercukupiHingga Akhir DesemberMbak ItaOptimistis Ketersediaan Air Bersih
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?