By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Musim Kemarau Diprediski Berakhir pada Akhir Oktober
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Musim Kemarau Diprediski Berakhir pada Akhir Oktober

Last updated: 5 Oktober 2023 07:21 07:21
Jatengdaily.com
Published: 5 Oktober 2023 07:21
Share
Ilustrasi. Petani gagal panen karena kekeringan. Foto: dok/JD
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini, dan awal musim hujan secara bertahap dimulai awal November 2023.

Namun, akibat tingginya keragaman iklim, maka awal musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sementara puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.

“Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September, namun tadi kami juga menganalisis dari data satelit yang terkini, terlihat Oktober ini nampaknya intensitas El Nino belum turun. Fenomena El Nino ini diprediksi masih akan terus bertahan hingga tahun depan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya disiarkan di Jakarta,, seperti dilansir dari laman PMJNews, Kamis (5/10/2023).

Kepala BMKG mengatakan, level El Nino moderat akan terus bertahan dan berakhir pada Februari-Maret 2024.

Awal musim hujan sendiri, jelasnya, berkaitan erat dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia. Saat ini, lanjut Kepala BMKG, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia sehingga diprediksi bulan November akan mulai turun hujan.

“Artinya pengaruh El Nino akan mulai berkurang oleh masuknya musim hujan sehingga diharapkan kemarau kering ini segera berakhir secara bertahap. Ada beberapa wilayah yang masuk musim hujan sebelum November dan ada yang mundur, tapi sebagian besar pada bulan November,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG pun mewanti-wanti masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lantaran kemarau kering masih belum berakhir.

“Masyarakat dimohon selama bulan Oktober ini kondisinya masih kering, maka tidak dibakar pun bisa terbakar. Jadi jangan mencoba-coba untuk dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mengakibatkan nyala api karena pemadamannya akan sulit untuk dilakukan,” pesan Kepala BMKG. she 

 

You Might Also Like

26 Jemaah Haji Indonesia 1444 H Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Semen Gresik Sabet AKHLAK Award 2022 Klaster Jasa Infrastruktur, Raih Nilai Terbaik Penerapan Core Value BUMN
Cuaca di Madinah Siang Hari 43-46 Derajat Celsius, Tak Bersandal Kaki Jamaah Haji Bisa Melepuh
Lakukan Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa MKn Unissula Bantu Pembuatan Akta Gratis bagi Warga 
Bupati Demak Eisti’anah Ajak Masyarakat Bersama Turunkan Stunting
TAGGED:bmkgMusim Kemarau berakhir
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?