DEMAK (Jatengdaily.com) – Masih tingginya angka kemiskinan, banjir rob dan stunting menjadi tiga masalah yang pertama kali diungkapkan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah pada Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (musrenbangwil) Kedungsapur, Selasa (14/3). Selain itu, tiga usulan prioritas pun disampaikan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, berharap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Wali.
Mengenai menurunnya angka kemiskinan menjadi 12,09 persen pada 2022 dari semula 12,92 persen (2021), Bupati Eisti’anah menjelaskan, tak lepas dari upaya menekan beban pengeluaran masyarakat. Di samping juga meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.
“Untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui pemberian bantuan tunai dan non tunai, Pemkab Demak telah menyalurkan anggaran senilai Rp 366 miliar,” kata bupati.
Sedangkan mengenai keberhasilan percepatan penurunan angka stunting hingga menjadi 16,2 persen pada 2022 dari semula 25,5 persen (2021), diungkapkan, berkat hasil upaya koordinasi lintas sektoral. “Selain juga berkat adanya inovasi aplikasi Cengkeraman Mata Elang (CME), yang bahkan telah mendapatkan penghargaan Smart Living di tingkat nasional,” imbuhnya.
Sementara terkait bencana banjir dan rob, selain normalisasi sungai, bupati juga mengusulkan adanya pembuatan tanggul laut. Termasuk menghidupkan kembali jalan kabupaten di sepanjang 17 kilometer dari Sayung hingga Bonang yang kini tenggelam oleh rob. Sehingga nantinya dpat sekaligus berfungsi sebagai sabuk pantai atau tanggul laut.
Sehubungan itu, tiga usulan prioritas pun diajukan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang hadir sebagai key note speaker pada acara Dialog Gubernur dengan Bupati dan Walikota, dengan tema ‘Peningkatan Perekonomian yang Berdaya Saing dan Merata. Didukung SDM Berkualitas’ tersebut. Dimaksudkan sebagai bagian upaya penyelesaian masalah krusial di Kabupaten Demak berupa tahun terakhir.
Ketiga usulan prioritas tersebut adalah bantuan anggaran sebesar Rp 297 miliar, untuk penanganan banjir dan rob. Selain itu bantuan anggaran senilai Rp 57 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak sebagai dampak pembangunan Jembatan Wonokerto. Serta bantuan anggaran Rp 91,9 miliar untuk pembangunan pemukiman adaptif bencana.
Sebab seperti diketahui, pembangunan Jembatan Wonokerto pada 2022 lalu menimbulkan lalulintas macet di sepanjang jalur Pantura Demak. Karenanya banyak kendaraan pribadi mencari jalur alternatif dengan berputar ke perkampungan. Sehingga kurang lebih ada 11 ruas jalan kabupaten dan jalan lingkungan di Kabupaten Demak rusak, imbas seringnya dilalui kendaraan besar.
Sehubungan itu Gubernur Ganjar Pranowo menanggapi paparan Bupati Demak, perlu penanganan serius dan dengan cara yang tidak biasa. Khususnya rob dengan cara luar biasa dan berbeda.
“Meh gawe tanggu,l yaa usul saya, ini usul kalo disetujui. Gimana kalo tahun 2024 tanggulnya diselesaikan sendiri pakai anggaran pokir. Tanggulnya tok. Murni dari APBD Kabupaten. Nanti dikasih nama tanggul DPRD (Demak). Maaf dengan segala hormat yang kecil kecil gak usah. Sekali saja, sekali tok konsentrasi aspirasi DPRD Kabupaten Demak untuk membuat satu tanggul yang menyelamatkan semuanya,” pungkasnya.rie-she


